Seteru Arab Saudi dan UEA Meruncing, Dikhawatirkan Munculkan Krisis Baru di Teluk

Senin, 26 Januari 2026 - 13:05 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, manuver diplomatik semakin dipercepat. Minggu ini, Presiden UEA bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di New Delhi, dan sepakat untuk bekerja sama menuju kemitraan pertahanan strategis.

Hal itu terjadi setelah Riyadh menandatangani perjanjian pertahanan dengan saingan India yang memiliki senjata nuklir, Pakistan.

Di Sudan, sumber perselisihan lain antara negara-negara Teluk, Arab Saudi dan Amerika Serikat menyerahkan proposal gencatan senjata baru kepada tentara Sudan, kata sumber pemerintah kepada AFP. Inisiatif tersebut mengecualikan UEA, yang telah menjadi bagian dari upaya multinasional untuk gencatan senjata.

Abu Dhabi telah lama dituduh mendukung pasukan paramiliter yang berperang melawan tentara Sudan, sebuah klaim yang dibantahnya.

Bulan ini, Somalia membatalkan semua perjanjian dengan UEA, yang mendukung wilayah Somaliland yang memisahkan diri—yang diakui sebagai negara oleh Israel bulan lalu. Arab Saudi dilaporkan telah berupaya mendekati Somalia.

Arab Saudi juga membangun hubungan dekat dengan Qatar—yang tetap tidak mempercayai UEA sejak blokade—baru-baru ini menandatangani perjanjian jalur kereta api berkecepatan tinggi.

Adam Baron, seorang peneliti di lembaga think tank New America, mengatakan bahwa meskipun ada serangan publik yang "dahsyat", "masih ada jalan panjang yang harus ditempuh" sebelum terjadi perpecahan besar-besaran.

"Saya pikir ini secara bersamaan menandakan pesan tentang potensi pengekangan dan kapasitas untuk eskalasi," katanya kepada AFP.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Seret Jenderal Israel...
Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional
Rekomendasi
Memperkuat Komunikasi...
Memperkuat Komunikasi Partisipatif Koperasi Untuk Ekonomi Kerakyatan
Head to Head Inggris...
Head to Head Inggris vs Argentina di Piala Dunia: Rivalitas 60 Tahun Kembali Memanas
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, Partai Ummat Siapkan Struktur Baru Jelang Verifikasi KPU
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved