Iran Pajang Mural Raksasa Bergambar Kapal Induk dan Jet-jet Tempur AS Hancur Dirudal

Senin, 26 Januari 2026 - 07:12 WIB
loading...
Iran Pajang Mural Raksasa...
Iran pajang mural raksasa bergambar kapal induk AS dan jet-jet tempur di dek penerbangannya hancur diserang rudal. Mural ini sebagai peringatan keras untuk AS. Foto/Aawsat
A A A
TEHERAN - Pemerintah Iran meresmikan mural raksasa di alun-alun pusat Teheran pada hari Minggu yang menggambarkan kapal induk Amerika Serikat (AS) dan jet-jet tempur di dek penerbangannya hancur diserang rudal. Mural itu sebagai peringatan langsung kepada Washington untuk tidak melakukan serangan militer terhadap Iran.

Di sebelah gambar jet-jet tempur yang hancur di atas kapal induk tersebut terdapat tulisan slogan: “Jika kau menabur angin, kau akan menuai badai.”

Baca Juga: Mengapa Timur Tengah Ketakutan Jika Perang AS vs Iran Pecah? Ini Penjelasannya

Peresmian mural di Lapangan Enghelab ini bertepatan dengan pergerakan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perang pengiringnya menuju Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengatakan kapal-kapal tersebut dipindahkan “hanya untuk berjaga-jaga” jika dia memutuskan untuk mengambil tindakan.

“Kita memiliki armada besar yang menuju ke arah itu dan mungkin kita tidak perlu menggunakannya,” kata Trump pada Kamis lalu.

Lapangan Enghelab digunakan untuk pertemuan yang diselenggarakan oleh negara, dan pihak berwenang mengubah muralnya berdasarkan acara-acara nasional. Pada hari Sabtu, seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan bahwa pasukannya “lebih siap dari sebelumnya, jari di pelatuk.”

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat tajam setelah penindakan brutal terhadap protes nasional yang menyebabkan ribuan orang tewas dan puluhan ribu lainnya ditangkap. Trump telah mengancam akan melakukan tindakan militer jika Iran terus membunuh demonstran atau melakukan eksekusi massal terhadap mereka yang ditahan.

Tidak ada protes lebih lanjut selama beberapa hari, dan Trump baru-baru ini mengeklaim bahwa Teheran telah menghentikan eksekusi sekitar 800 demonstran yang ditangkap—sebuah klaim yang oleh jaksa penuntut umum Iran disebut "sama sekali salah".

Namun Trump telah mengindikasikan bahwa dia tetap membuka opsi, dengan mengatakan pada Kamis lalu bahwa tindakan militer apa pun akan membuat serangan AS pada Juni lalu terhadap situs nuklir Iran "terlihat seperti hal kecil."

Komando Pusat (CENTCOM) AS menyatakan di media sosial bahwa pesawat tempur F-15E Strike Eagle Angkatan Udara mereka kini hadir di Timur Tengah. "Jet tempur tersebut meningkatkan kesiapan tempur dan mempromosikan keamanan dan stabilitas regional," kata CENTCOM, seperti dikutip AP, Senin (26/1/2026).

Demikian pula, Kementerian Pertahanan Inggris pada Kamis lalu mengatakan bahwa mereka telah mengerahkan jet-jet tempur Typhoon mereka ke Qatar “dalam kapasitas defensif.”

Protes di Iran dimulai pada 28 Desember, dipicu oleh jatuhnya mata uang Iran, rial, dan dengan cepat menyebar ke seluruh negeri. Protes tersebut disambut dengan penindakan keras oleh rezim teokrasi Iran, yang tidak mentoleransi perbedaan pendapat.

Jumlah korban tewas yang dilaporkan oleh para aktivis terus meningkat sejak berakhirnya demonstrasi, karena informasi terus mengalir meskipun terjadi pemadaman internet selama lebih dari dua minggu—yang paling komprehensif dalam sejarah Iran.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS pada hari Minggu menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 5.459 orang, dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat. Lembaga tersebut mengatakan lebih dari 40.800 orang telah ditangkap.

HRANA memverifikasi angka tersebut dengan mengandalkan jaringan aktivis di Iran. Jumlah korban tewas itu melebihi jumlah kematian dalam protes atau kerusuhan lainnya di negara itu selaama beberapa dekade, dan mengingatkan pada kekacauan yang terjadi selama Revolusi Islam Iran tahun 1979.

Sedangkan Pemerintah Iran menyatakan jumlah korban tewas jauh lebih rendah, yaitu 3.117 orang, dengan rincian 2.427 adalah warga sipil dan pasukan keamanan, dan sisanya disebut sebagai "teroris". Di masa lalu, rezim teokrasi Iran tidak melaporkan korban jiwa akibat kerusuhan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved