Mungkinkah Eropa Bersatu Membela Greenland?

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:15 WIB
loading...
A A A
Saat ketegangan semakin meningkat, Trump naik panggung di Forum Ekonomi Dunia dan kembali menegaskan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, yang kadang-kadang ia sebut sebagai "Islandia".

"Kami menginginkan sebidang es untuk perlindungan dunia, dan mereka (Eropa) tidak akan memberikannya," katanya kepada ruangan yang penuh sesak di Davos. "Mereka punya pilihan: Anda bisa mengatakan 'ya' dan kami akan sangat menghargai, dan Anda bisa mengatakan 'tidak' dan kami akan mengingatnya."

4. Menawarkan Kerja Sama Peningkatan Keamanan di Greenland

Namun Trump juga mengatakan bahwa ia tidak ingin menggunakan kekuatan militer untuk mencapai tujuan teritorialnya, sesuatu yang sebelumnya ia tolak untuk dikesampingkan. Negara-negara Eropa dengan cepat memahami nuansa tersebut dan berharap bahwa sebuah peluang akan segera muncul.

Pidato tersebut membuka jalan bagi Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, yang selama ini bersikap low profile dalam krisis yang semakin memburuk, untuk bertemu dengan Trump di Davos dan mencapai kesepakatan yang oleh kedua pria itu disebut sebagai "kesepakatan kerangka kerja" untuk meningkatkan keamanan di Greenland dan seluruh wilayah Arktik.

Kesepakatan tersebut, yang rinciannya belum dipublikasikan dan masih dalam pembahasan lebih lanjut, adalah "jalan keluar" yang sangat dicari oleh sekutu: Trump menegaskan bahwa ia tidak akan lagi menerapkan tarif atau mengejar kepemilikan Greenland.

Pada saat para pemimpin Uni Eropa bertemu di Brussels pada hari Kamis untuk KTT darurat yang diadakan sebagai reaksi terhadap konfrontasi tersebut, suasana telah berubah.

Para perdana menteri terlihat berjabat tangan dan saling menepuk punggung dengan senyum lebar di wajah mereka. Saat tiba, mereka mengatakan kepada wartawan bahwa ikatan transatlantik terlalu berharga untuk diabaikan dalam satu minggu.

Ketenangan di ruangan itu terasa nyata, meskipun ada rasa gelisah dan kebingungan yang masih terasa – dan kekhawatiran yang masih ada bahwa obsesi Trump terhadap Greenland mungkin akan kembali.

"Kami tetap sangat waspada dan siap menggunakan alat kami jika ada ancaman lebih lanjut," kata Macron, memuji persatuan Eropa.

Pagi setelah KTT larut malam itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen bertemu dengan Mark Rutte di Brussels dan kemudian terbang ke Nuuk untuk menghilangkan kesan bahwa kesepakatan kerangka kerja akan ditulis tanpa persetujuan Denmark atau Greenland.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Keseleo Lidah, Trump...
Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"
Ungkap Rencana Pembunuhan,...
Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Rekomendasi
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Gaet Pembeli Muda, Fiat...
Gaet Pembeli Muda, Fiat Siap Hidupkan Lagi Abarth Topolino
Pemain Kolombia Jaminton...
Pemain Kolombia Jaminton Campaz Diancam Dibunuh Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved