Eks Dewan Syura Arab Saudi Ungkap UEA Kuda Troya Zionis Israel di Dunia Arab

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:25 WIB
loading...
Eks Dewan Syura Arab...
Ilustrasi UEA dituding menjadi kuda troya Israel di dunia Arab. Foto/sindonews
A A A
RIYADH - Uni Emirat Arab (UEA) dituduh berperan sebagai "kuda Troya Zionis" di dunia Arab, memungkinkan pengaruh Israel dan mendestabilisasi kawasan untuk melayani ambisi Tel Aviv. Dalam artikel pedas oleh akademisi Arab Saudi dan mantan anggota Dewan Syura, Dr. Ahmed bin Othman Al-Tuwaijri, menyebut UEA mengeksploitasi aliansinya dengan Israel Zionis untuk menantang Arab Saudi dan kekuatan Arab utama lainnya.

Al-Tuwaijri berpendapat aliansi strategis UEA dengan Israel dimotivasi permusuhan yang telah lama ada terhadap Arab Saudi, kecemburuan atas kedudukan agama, geopolitik, dan ekonominya, dan upaya yang salah arah oleh Abu Dhabi untuk menegaskan dominasi regional. Ia menggambarkan kemitraan UEA-Israel sebagai pengkhianatan yang diperhitungkan terhadap persatuan Arab dan Islam.

Dia menyatakan Abu Dhabi telah "menyerahkan diri ke pelukan Zionisme," percaya dengan melakukan itu akan membantunya mengimbangi Riyadh dan ibu kota Arab berpengaruh lainnya.

Artikel tersebut mengutip beberapa contoh di mana UEA telah berkolaborasi dengan Israel yang merugikan kepentingan Arab. Ini termasuk kerja sama militer dan intelijen langsung, dukungan untuk operasi Israel di Gaza, dan penggunaan pangkalan militer Emirat di Laut Merah dan Tanduk Afrika untuk memfasilitasi serangan Israel terhadap kelompok pejuang Palestina.

Satu dokumen UEA yang bocor dilaporkan mengungkapkan situs militer di Yaman, Eritrea, dan Somalia ditawarkan kepada Israel untuk operasi melawan rakyat Gaza.

Al-Tuwaijri menegaskan pengkhianatan UEA meluas melampaui aliansi Israel. Ia menguraikan intervensi Abu Dhabi yang mengacaukan seluruh wilayah, menuduhnya merusak persatuan dan kedaulatan di Yaman, Libya, Sudan, Tunisia, Mesir, dan Somalia.

Di Yaman, UEA disalahkan karena menyabotase upaya yang dipimpin Saudi untuk menstabilkan negara tersebut.

Di Libya, UEA mempersenjatai separatis dan membom daerah yang dikuasai pemerintah yang diakui PBB.

Di Sudan, UEA diduga berkoordinasi dengan Israel untuk mendukung Pasukan Dukungan Cepat, yang memicu pembersihan etnis dan genosida.

Selain itu, UEA dituduh mengeksploitasi krisis ekonomi Mesir untuk memperkuat cengkeramannya pada aset-aset strategis, termasuk pelabuhan dan lembaga keuangan, dan membantu proyek Bendungan Grand Renaissance Ethiopia yang kontroversial, yang oleh banyak orang dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan air Mesir, sejalan dengan kepentingan Israel.

Artikel Al-Tuwaijri mengutip penelitian dari lembaga-lembaga terkemuka, termasuk Institut Transnasional Belanda, untuk menggambarkan UEA sebagai kekuatan "sub-imperialis" yang menggunakan tentara bayaran dan milisi proksi untuk memaksakan kehendaknya di seluruh wilayah.

Ia mengklaim pengaruh militer ini melayani tujuan geopolitik Israel, khususnya pengepungan dan pelemahan Mesir dan Arab Saudi.

Menyoroti dimensi ideologis aliansi ini, penulis menuduh Abu Dhabi memimpin upaya di Barat untuk mencemarkan nama baik komunitas Muslim dan lembaga-lembaga Islam melalui kampanye fitnah, disinformasi, dan spionase.

Mengutip investigasi di media seperti The New Yorker, ia menuduh perusahaan-perusahaan yang didukung UEA telah terlibat dalam menargetkan tokoh dan organisasi Muslim untuk melayani kepentingan Israel.

Terlepas dari tuduhan serius ini, Al-Tuwaijri membedakan antara kepemimpinan UEA dan rakyat Emirat, menegaskan kembali persaudaraan historis antara rakyat Arab Saudi dan Emirat.

Ia mengarahkan kritiknya kepada elite penguasa Abu Dhabi, khususnya mereka yang, menurut pandangannya, telah meninggalkan solidaritas Arab dan Islam demi mengejar persetujuan Zionis dan ambisi imperialis.

Baca juga: Rusia dan China Bersatu Lawan Upaya Barat Memiliterisasi Asia-Pasifik
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved