Negara Mana Saja yang Setuju dan Menolak Gabung Dewan Perdamaian Trump?

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:29 WIB
loading...
Negara Mana Saja yang...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
DAVOS - Puluhan negara telah setuju bergabung dengan apa yang disebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai “Dewan Perdamaian”. Adapun sejumlah negara Eropa menolak berpartisipasi. Banyak negara lain belum menanggapi undangan dari Washington.

Dewan tersebut, yang diketuai Trump, awalnya dirancang sebagai kelompok kecil pemimpin dunia yang bertugas mengawasi rencana gencatan senjata Gaza.

Cakupannya telah meluas, dengan pemerintahan Trump mengundang puluhan negara dan menyarankan badan tersebut dapat mengambil peran yang lebih luas sebagai mediator konflik internasional.

Negara yang Gabung


Negara-negara yang telah setuju untuk bergabung dengan dewan tersebut sejauh ini meliputi:

1. Argentina

2. Armenia

3. Azerbaijan

4. Bahrain

5. Belarusia

6. Mesir

7. Hongaria

8. Indonesia

9. Yordania

10. Kazakhstan

11. Kosovo

12. Maroko

13. Pakistan

14. Qatar

15. Arab Saudi

16. Turki

17. Uni Emirat Arab

18. Uzbekistan

19. Vietnam


Negara yang Menolak


Beberapa negara Eropa telah menyatakan mereka tidak akan bergabung dengan inisiatif yang disebut "Dewan Perdamaian" yang dipimpin AS, setidaknya untuk saat ini, dengan alasan kekhawatiran atas cakupannya dan hubungannya dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

1. Prancis


Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan Paris mendukung rencana perdamaian AS tetapi tidak mendukung organisasi baru, dengan mengatakan, “Ya untuk menerapkan rencana perdamaian yang diajukan presiden Amerika Serikat, yang kami dukung sepenuh hati, tetapi tidak untuk menciptakan organisasi seperti yang telah diajukan, yang akan menggantikan Perserikatan Bangsa-Bangsa.”

2. Norwegia


Norwegia juga menolak undangan tersebut, dengan seorang pejabat pemerintah mengatakan proposal tersebut menimbulkan pertanyaan yang belum terjawab yang membutuhkan dialog lebih lanjut dengan Washington.

3. Swedia


Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan Stockholm tidak akan menandatangani perjanjian tersebut "sesuai dengan teks yang ada saat ini".

4. Slovenia


Slovenia telah mengambil sikap terkuat sejauh ini, dengan Perdana Menteri Robert Golob memperingatkan mandat dewan tersebut dapat merusak tatanan internasional berdasarkan Piagam PBB.

5. Inggris


Inggris tidak akan menandatangani BoP, dengan alasan kekhawatiran atas keterlibatan Rusia.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan Inggris akan memilih tidak menandatangani Dewan Perdamaian di Davos hari ini, bergabung dengan daftar penolakan yang semakin bertambah yang mencakup Prancis, Norwegia, Swedia, dan Slovenia.

Berbicara dari Davos, Cooper mengatakan kepada BBC bahwa dia khawatir tentang peran Rusia dalam merumuskan rencana perdamaian untuk konflik lain di tengah perangnya di Ukraina.

“Kami tidak akan menjadi salah satu penandatangan hari ini, karena ini tentang perjanjian hukum yang menimbulkan isu yang jauh lebih luas, dan kami juga memiliki kekhawatiran tentang Presiden Putin yang menjadi bagian dari sesuatu yang berbicara tentang perdamaian,” kata Cooper.

Baca juga: Sekjen NATO Tak Tawarkan Kompromi kepada Trump Soal Kedaulatan Greenland
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved