Jika Diinvasi AS, Kanada Terapkan Gaya Perang Mujahidin Afghanistan

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:46 WIB
loading...
Jika Diinvasi AS, Kanada...
Kanada terapkan gaya perang Mujahidin Afghanistan jika diinvasi AS. Foto/X/@Osint613
A A A
OTTAWA - Militer Kanada menyusun model respons terhadap invasi hipotetis AS. Strategi tersebut dilaporkan membayangkan peperangan non-konvensional, gaya pemberontakan yang terinspirasi oleh pejuang mujahidin Afghanistan.

Keputusan tersebut dilaporkan dipicu oleh meningkatnya ketegangan NATO, yang dipicu oleh kampanye Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Greenland dan saran berulang-ulangnya bahwa Kanada harus menjadi bagian dari AS.

Melansir Globe and Mail yang mengutip pejabat pertahanan senior, para perencana sedang memodelkan serangan dari selatan, memperkirakan pasukan AS akan menguasai posisi darat dan maritim utama Kanada hanya dalam waktu dua hari.

Karena tidak mampu menangkis serangan konvensional, militer membayangkan peperangan bergaya pemberontakan, dengan unit-unit kecil pasukan tidak reguler atau warga sipil bersenjata melakukan sabotase, serangan pesawat tak berawak, dan serangan cepat – taktik yang dimodelkan pada operasi mujahidin Afghanistan terhadap pasukan Soviet dalam perang 1979-1989.

Baca Juga: 11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang Berdarah-darah hingga 781 Tahun

Diyakini ini adalah pertama kalinya dalam satu abad Angkatan Bersenjata Kanada memodelkan potensi serangan AS terhadap negara tersebut, anggota pendiri NATO dan mitra AS dalam pertahanan udara kontinental.

Para pejabat menekankan bahwa model tersebut adalah "kerangka kerja konseptual dan teoretis, bukan rencana militer," dan bahwa invasi AS dianggap tidak mungkin terjadi, meskipun dorongan Trump terhadap Greenland dilaporkan mendorong para perencana untuk memeriksa skenario tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Trump Terkejut Lihat...
Trump Terkejut Lihat Banyak Orang Tangisi Khamenei: Saya Pikir Orang-orang Membencinya
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Jenazah Khamenei Disemayamkan...
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Sepekan
Ngeri! Baku Tembak 2...
Ngeri! Baku Tembak 2 Kelompok Pemuda di Mal, 2 Orang Tewas
Rekomendasi
Presiden Prabowo ke...
Presiden Prabowo ke PM Wong: Hubungan Indonesia-Singapura Harus Langgeng
UEFA Murka! FIFA Dituding...
UEFA Murka! FIFA Dituding Rusak Integritas Piala Dunia
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved