Trump Bocorkan Pesan Pribadi dari Kepala NATO Soal Greenland
Rabu, 21 Januari 2026 - 08:55 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump. Foto/Anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membagikan apa yang diklaimnya sebagai pesan pribadi dari Kepala NATO Mark Rutte yang memuji pekerjaannya di berbagai wilayah konflik global dan berjanji membantu menyelesaikan sengketa Greenland.
Pesan tersebut, yang diunggah ke akun Truth Social milik Trump pada hari Selasa, muncul tak lama setelah presiden AS mengumumkan ia akan bertemu dengan para pemimpin dunia untuk membahas Greenland di Forum Ekonomi Dunia Davos pekan ini.
Trump telah lama berupaya mengendalikan Greenland, dengan alasan wilayah otonom Denmark tersebut sangat penting bagi pertahanan AS melawan Rusia dan China.
Dorongannya telah menyebabkan gesekan dengan mitra NATO Eropa, yang telah menolak setiap perubahan status Greenland dan memperingatkan langkah AS di pulau Arktik tersebut dapat menandai berakhirnya blok tersebut.
Dalam pesan yang penuh pujian tersebut, Rutte memuji prestasi Trump di Suriah, tampaknya merujuk pada pembelaannya terhadap hak-hak Kurdi setelah gencatan senjata antara pasukan mereka dan Damaskus, serta upaya mediasi Trump di Gaza dan Ukraina.
“Apa yang Anda capai di Suriah hari ini sungguh luar biasa. Saya akan menggunakan kesempatan saya di Davos untuk menyoroti pekerjaan Anda di sana, di Gaza, dan di Ukraina,” tulis Rutte. “Saya berkomitmen menemukan jalan keluar untuk Greenland. Saya tidak sabar untuk bertemu Anda. Hormat saya, Mark.”
Dalam unggahan sebelumnya, Trump mengatakan dia telah melakukan panggilan telepon yang “sangat baik” dengan Rutte mengenai Greenland.
Rutte sebelumnya menolak membahas apa yang disebutnya sebagai perselisihan internal NATO atas wilayah tersebut dan sebagian besar menghindari komentar langsung tentang rencana Trump.
Tahun lalu, ia menuai kritik dan ejekan atas apa yang dilihat banyak pejabat Eropa sebagai sanjungan berlebihan terhadap Trump ketika ia memanggilnya “ayah” pada pertemuan puncak di Den Haag.
Perselisihan Greenland diperkirakan akan mendominasi pertemuan Davos pekan ini. Denmark telah bersikeras status pulau itu tidak dapat dinegosiasikan dan berkoordinasi dengan beberapa sekutu untuk mengirim kontingen pasukan kecil ke wilayah tersebut –langkah yang secara luas dilihat sebagai penguatan kedaulatannya.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada hari Selasa menolak klaim Trump bahwa Moskow atau Beijing merupakan ancaman bagi Greenland.
“Ketika mereka membenarkan apa yang terjadi di sekitar Greenland dengan mengatakan jika tidak, Rusia atau China akan merebutnya, tidak ada bukti... Washington sangat menyadari baik Rusia maupun China tidak memiliki rencana seperti itu,” katanya dalam konferensi pers.
Lavrov menambahkan Moskow justru tertarik membangun kerja sama Arktik yang “terbuka dan bebas” dan memantau dengan cermat sengketa di sekitar Greenland, yang disebutnya sebagai “situasi geopolitik yang serius.”
Baca juga: Trump Yakin Rencananya Caplok Greenland Tak Akan Dapat Perlawanan Kuat
Pesan tersebut, yang diunggah ke akun Truth Social milik Trump pada hari Selasa, muncul tak lama setelah presiden AS mengumumkan ia akan bertemu dengan para pemimpin dunia untuk membahas Greenland di Forum Ekonomi Dunia Davos pekan ini.
Trump telah lama berupaya mengendalikan Greenland, dengan alasan wilayah otonom Denmark tersebut sangat penting bagi pertahanan AS melawan Rusia dan China.
Dorongannya telah menyebabkan gesekan dengan mitra NATO Eropa, yang telah menolak setiap perubahan status Greenland dan memperingatkan langkah AS di pulau Arktik tersebut dapat menandai berakhirnya blok tersebut.
Dalam pesan yang penuh pujian tersebut, Rutte memuji prestasi Trump di Suriah, tampaknya merujuk pada pembelaannya terhadap hak-hak Kurdi setelah gencatan senjata antara pasukan mereka dan Damaskus, serta upaya mediasi Trump di Gaza dan Ukraina.
“Apa yang Anda capai di Suriah hari ini sungguh luar biasa. Saya akan menggunakan kesempatan saya di Davos untuk menyoroti pekerjaan Anda di sana, di Gaza, dan di Ukraina,” tulis Rutte. “Saya berkomitmen menemukan jalan keluar untuk Greenland. Saya tidak sabar untuk bertemu Anda. Hormat saya, Mark.”
Dalam unggahan sebelumnya, Trump mengatakan dia telah melakukan panggilan telepon yang “sangat baik” dengan Rutte mengenai Greenland.
Rutte sebelumnya menolak membahas apa yang disebutnya sebagai perselisihan internal NATO atas wilayah tersebut dan sebagian besar menghindari komentar langsung tentang rencana Trump.
Tahun lalu, ia menuai kritik dan ejekan atas apa yang dilihat banyak pejabat Eropa sebagai sanjungan berlebihan terhadap Trump ketika ia memanggilnya “ayah” pada pertemuan puncak di Den Haag.
Perselisihan Greenland diperkirakan akan mendominasi pertemuan Davos pekan ini. Denmark telah bersikeras status pulau itu tidak dapat dinegosiasikan dan berkoordinasi dengan beberapa sekutu untuk mengirim kontingen pasukan kecil ke wilayah tersebut –langkah yang secara luas dilihat sebagai penguatan kedaulatannya.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada hari Selasa menolak klaim Trump bahwa Moskow atau Beijing merupakan ancaman bagi Greenland.
“Ketika mereka membenarkan apa yang terjadi di sekitar Greenland dengan mengatakan jika tidak, Rusia atau China akan merebutnya, tidak ada bukti... Washington sangat menyadari baik Rusia maupun China tidak memiliki rencana seperti itu,” katanya dalam konferensi pers.
Lavrov menambahkan Moskow justru tertarik membangun kerja sama Arktik yang “terbuka dan bebas” dan memantau dengan cermat sengketa di sekitar Greenland, yang disebutnya sebagai “situasi geopolitik yang serius.”
Baca juga: Trump Yakin Rencananya Caplok Greenland Tak Akan Dapat Perlawanan Kuat
(sya)
Lihat Juga :