Presiden UEA Terima Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza
Rabu, 21 Januari 2026 - 07:11 WIB
loading...
Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Foto/anadolu
A
A
A
DUBAI - Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dengan “Dewan Perdamaian” Gaza. Kabar itu diungkap diplomat tertinggi negara itu pada hari Selasa, seperti dilaporkan Anadolu.
Menteri Luar Negeri Abdullah bin Zayed mengatakan, ''Keputusan tersebut mencerminkan pentingnya implementasi penuh rencana perdamaian 20 poin Presiden Donald J. Trump untuk Gaza, yang sangat penting untuk mewujudkan hak-hak sah rakyat Palestina.”
Ia menegaskan kembali kepercayaan UEA “pada kepemimpinan dan komitmen Presiden Trump terhadap perdamaian global, yang dicontohkan oleh Perjanjian Abraham yang bersejarah.”
Diplomat utama tersebut menyatakan “kesiapan UEA untuk berkontribusi secara aktif pada misi Dewan Perdamaian, mendukung kerja sama, stabilitas, dan kemakmuran yang lebih besar bagi semua.”
Pada Jumat malam, Gedung Putih mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian bersamaan dengan persetujuan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, salah satu dari empat badan yang ditunjuk untuk mengelola fase transisi di wilayah tersebut.
Pembentukan dewan tersebut bertepatan dengan peluncuran fase kedua perjanjian gencatan senjata, yang menghentikan perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 71.000 orang dan melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.
Inisiatif ini merupakan bagian dari rencana 20 poin yang diusulkan Trump dan diadopsi Dewan Keamanan PBB berdasarkan Resolusi 2803 pada November 2025.
Baca juga: Trump Ejek Macron setelah Prancis Tolak Gabung Dewan Perdamaian Gaza
Menteri Luar Negeri Abdullah bin Zayed mengatakan, ''Keputusan tersebut mencerminkan pentingnya implementasi penuh rencana perdamaian 20 poin Presiden Donald J. Trump untuk Gaza, yang sangat penting untuk mewujudkan hak-hak sah rakyat Palestina.”
Ia menegaskan kembali kepercayaan UEA “pada kepemimpinan dan komitmen Presiden Trump terhadap perdamaian global, yang dicontohkan oleh Perjanjian Abraham yang bersejarah.”
Diplomat utama tersebut menyatakan “kesiapan UEA untuk berkontribusi secara aktif pada misi Dewan Perdamaian, mendukung kerja sama, stabilitas, dan kemakmuran yang lebih besar bagi semua.”
Pada Jumat malam, Gedung Putih mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian bersamaan dengan persetujuan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, salah satu dari empat badan yang ditunjuk untuk mengelola fase transisi di wilayah tersebut.
Pembentukan dewan tersebut bertepatan dengan peluncuran fase kedua perjanjian gencatan senjata, yang menghentikan perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 71.000 orang dan melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.
Inisiatif ini merupakan bagian dari rencana 20 poin yang diusulkan Trump dan diadopsi Dewan Keamanan PBB berdasarkan Resolusi 2803 pada November 2025.
Baca juga: Trump Ejek Macron setelah Prancis Tolak Gabung Dewan Perdamaian Gaza
(sya)
Lihat Juga :