Bagaimana Venezuela Punya Minyak Terbesar di Dunia tapi Jadi Negara Miskin? Ini Penjelasannya
Senin, 19 Januari 2026 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
Sebagian besar dari mereka yang dipecat beremigrasi ke negara lain. Masalahnya kemudian adalah siapa yang akan dipekerjakan untuk menjalankan bisnis minyak? Ternyata banyak penunjukan di PDVSA diberikan kepada kroni politik daripada para ahli ekstraksi minyak bumi yang terampil.
Tanpa pekerja industri minyak yang terampil, bisnis milik negara tersebut menurun; awalnya perlahan, kemudian sangat cepat.
"Mereka tidak menjalankannya seperti bisnis, dan mereka tidak berinvestasi kembali di perusahaan untuk menjaga kelangsungannya," kata Steven Blitz, kepala strategi makro global di GlobalData TSLombard, kepada FOX Business.
Baru-baru ini, produksi minyak Venezuela mencapai 1,1 juta barel per hari dibandingkan dengan 3,7 juta pada tahun 1970, menurut data dari Statbase.org.
Hugo Chavez meninggal pada 5 Maret 2013. Kepemipinan Venezuela diteruskan oleh anak didik Chavez; Nicolás Maduro Moros, yang mengambil alih peran presiden Venezuela pada tahun 2013. Alih-alih membaik, di bawah kondisi ekonomi Venezuela justru semakin memburuk di bawah Maduro.
Untuk menenangkan penduduk, pemerintah Maduro menyediakan layanan oleh negara. Tetapi ada kekurangan. "Mereka membayarnya dengan mencetak uang, yang tentu saja menyebabkan hiperinflasi," kata Wright.
Hiperinflasi dimulai pada tahun 2016 dan mencapai puncaknya pada 375.000% pada tahun 2019, menurut data Trading Economics.
Tanpa pekerja industri minyak yang terampil, bisnis milik negara tersebut menurun; awalnya perlahan, kemudian sangat cepat.
"Mereka tidak menjalankannya seperti bisnis, dan mereka tidak berinvestasi kembali di perusahaan untuk menjaga kelangsungannya," kata Steven Blitz, kepala strategi makro global di GlobalData TSLombard, kepada FOX Business.
Baru-baru ini, produksi minyak Venezuela mencapai 1,1 juta barel per hari dibandingkan dengan 3,7 juta pada tahun 1970, menurut data dari Statbase.org.
Hiperinflasi Hancurkan Venezuela
Hugo Chavez meninggal pada 5 Maret 2013. Kepemipinan Venezuela diteruskan oleh anak didik Chavez; Nicolás Maduro Moros, yang mengambil alih peran presiden Venezuela pada tahun 2013. Alih-alih membaik, di bawah kondisi ekonomi Venezuela justru semakin memburuk di bawah Maduro.
Untuk menenangkan penduduk, pemerintah Maduro menyediakan layanan oleh negara. Tetapi ada kekurangan. "Mereka membayarnya dengan mencetak uang, yang tentu saja menyebabkan hiperinflasi," kata Wright.
Hiperinflasi dimulai pada tahun 2016 dan mencapai puncaknya pada 375.000% pada tahun 2019, menurut data Trading Economics.
Lihat Juga :