Demi Greenland, 8 Negara Eropa Melawan Trump
Minggu, 18 Januari 2026 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Para pemimpin oposisi Inggris juga mengkritik pengumuman Trump. Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch mengatakan tarif tersebut adalah "ide yang mengerikan", sementara pemimpin Reform UK dan sekutu Trump, Nigel Farage, mengatakan tarif tersebut "akan merugikan kita".
Pemimpin Partai Liberal Demokrat Ed Davey menyebut perilaku Trump "tidak terkendali" tetapi mengatakan bagaimana Inggris merespons "sangat penting".
Anggota parlemen Partai Hijau Ellie Chowns mengatakan presiden AS "memperlakukan panggung internasional seperti taman bermain sekolah, mencoba untuk mengintimidasi dan memaksa negara lain untuk mematuhi agenda imperialisnya".
Perdana Menteri Prancis Emmanuel Macron mengatakan: "Ancaman tarif tidak dapat diterima dalam konteks ini... Kami tidak akan terpengaruh oleh intimidasi apa pun."
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan: "Kami tidak akan membiarkan diri kami diperas."
"Swedia saat ini sedang melakukan diskusi intensif dengan negara-negara Uni Eropa lainnya, Norwegia, dan Inggris untuk menemukan respons bersama," tambahnya.
Dalam sebuah unggahan di X, Presiden Komisi Eropa (EC) Ursula von der Leyen mengatakan: "Integritas teritorial dan kedaulatan adalah prinsip-prinsip fundamental hukum internasional."
"Tarif akan merusak hubungan transatlantik dan berisiko menyebabkan spiral penurunan yang berbahaya," tambahnya.
Trump akan menghadapi von der Leyen dan para pemimpin Eropa lainnya seperti Macron di Forum Ekonomi Dunia tahunan di Davos, Swiss minggu ini.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan "China dan Rusia pasti sedang bersenang-senang" setelah pengumuman Trump.
"Merekalah yang diuntungkan dari perpecahan di antara Sekutu," tulisnya di X.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyatakan: "Uni Eropa akan selalu sangat tegas dalam membela hukum internasional... yang tentu saja dimulai di wilayah negara-negara anggota Uni Eropa."
Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, mengatakan ancaman itu "mengejutkan".
Pemimpin Partai Liberal Demokrat Ed Davey menyebut perilaku Trump "tidak terkendali" tetapi mengatakan bagaimana Inggris merespons "sangat penting".
Anggota parlemen Partai Hijau Ellie Chowns mengatakan presiden AS "memperlakukan panggung internasional seperti taman bermain sekolah, mencoba untuk mengintimidasi dan memaksa negara lain untuk mematuhi agenda imperialisnya".
Perdana Menteri Prancis Emmanuel Macron mengatakan: "Ancaman tarif tidak dapat diterima dalam konteks ini... Kami tidak akan terpengaruh oleh intimidasi apa pun."
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan: "Kami tidak akan membiarkan diri kami diperas."
"Swedia saat ini sedang melakukan diskusi intensif dengan negara-negara Uni Eropa lainnya, Norwegia, dan Inggris untuk menemukan respons bersama," tambahnya.
Dalam sebuah unggahan di X, Presiden Komisi Eropa (EC) Ursula von der Leyen mengatakan: "Integritas teritorial dan kedaulatan adalah prinsip-prinsip fundamental hukum internasional."
"Tarif akan merusak hubungan transatlantik dan berisiko menyebabkan spiral penurunan yang berbahaya," tambahnya.
Trump akan menghadapi von der Leyen dan para pemimpin Eropa lainnya seperti Macron di Forum Ekonomi Dunia tahunan di Davos, Swiss minggu ini.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan "China dan Rusia pasti sedang bersenang-senang" setelah pengumuman Trump.
"Merekalah yang diuntungkan dari perpecahan di antara Sekutu," tulisnya di X.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyatakan: "Uni Eropa akan selalu sangat tegas dalam membela hukum internasional... yang tentu saja dimulai di wilayah negara-negara anggota Uni Eropa."
Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, mengatakan ancaman itu "mengejutkan".
Lihat Juga :