Sedang Perang Melawan Rusia, 200.000 Tentara Ukraina Malah Kabur

Jum'at, 16 Januari 2026 - 13:21 WIB
loading...
A A A
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa "perubahan yang lebih luas" diperlukan dalam proses mobilisasi.

EurAsian Times sebelumnya melaporkan bahwa negara itu telah mengalami lebih dari 250.000 kasus tentara "menghilang" sejak perang dimulai pada tahun 2022. Angka-angka ini, yang dikutip dari Kantor Jaksa Agung, termasuk AWOL (Absent Without Leave/Ketidakhadiran Tanpa Izin Resmi).

Terdapat hampir 7.000 kasus AWOL pada tahun 2022, 17.658 pada tahun 2023, 67.840 pada tahun 2024, dan 105.500 dari Januari hingga Juli 2025. Untuk desersi, terdapat sekitar 3.400 kasus pada tahun 2022, 7.900 pada tahun 2023, 23.300 pada tahun 2024, dan 15.400 dari Januari hingga Juli 2025.

Secara keseluruhan, Ukraina mencatat hampir 10.400 desersi (termasuk AWOL) pada tahun 2022, 25.558 pada tahun 2023, 91.140 pada tahun 2024, dan 120.900 pada tujuh bulan pertama tahun 2025.

Tren ini menyoroti meningkatnya tekanan pada angkatan bersenjata Ukraina di tengah konflik berkepanjangan dengan Rusia.

Pada tahun 2022, tahun pertama invasi skala penuh Rusia, rata-rata hampir 29 tentara desersi setiap hari.

Angka tersebut meningkat tajam menjadi hampir 70 per hari pada tahun 2023, kemudian melonjak lebih jauh menjadi sekitar 250 per hari pada tahun 2024. Pada tujuh bulan pertama tahun 2025, angka harian telah meroket menjadi hampir 576 tentara yang meninggalkan unit mereka tanpa izin.

Meskipun beberapa kasus melibatkan tentara yang meminta transfer atau absen singkat sebelum kembali, skala keseluruhan menggarisbawahi krisis tenaga kerja kritis yang telah dijanjikan Fedorov untuk diatasi melalui reformasi, termasuk dukungan garis depan yang lebih baik, pengurangan birokrasi, dan integrasi teknologi canggih yang lebih besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Laporan: Mossad Coba...
Laporan: Mossad Coba Rekrut Eks Presiden Ahmadinejad dalam Operasi Pergantian Rezim Iran
Langka! Matahari Tepat...
Langka! Matahari Tepat di Atas Ka'bah Hari Ini
Rekomendasi
Prabowo Kumpulkan Menteri...
Prabowo Kumpulkan Menteri hingga Kepala Lembaga ke Istana, Ada Apa?
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved