Sedang Perang Melawan Rusia, 200.000 Tentara Ukraina Malah Kabur

Jum'at, 16 Januari 2026 - 13:21 WIB
loading...
A A A
Panglima Militer Letnan Jenderal Oleksandr Syrsky juga mengakui kekurangan personel akut sebelumnya, yang memaksa Kyiv untuk mengirim staf pemeliharaan ke garis depan.

“Sayangnya, kemampuan mobilisasi tidak mencukupi kebutuhan,” kata Syrsky. “Oleh karena itu, kami mengambil langkah-langkah untuk mengurangi komponen logistik, komponen pendukung, dan komponen yang terlibat dalam pemeliharaan, dalam batas yang wajar.”

Sementara itu, Rusia mengatakan bahwa Ukraina kehabisan pilihan untuk mencapai kesepakatan.

“Situasi semakin memburuk dari hari ke hari bagi rezim Kyiv,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, menambahkan bahwa “koridor pengambilan keputusan” Kyiv “semakin menyempit”.

“Sudah saatnya Zelensky mengambil tanggung jawab dan membuat keputusan yang tepat,” kata Peskov, tampaknya mendesak Kyiv untuk menyetujui persyaratan keras Moskow.

Presiden AS Donald Trump telah menyatakan kekecewaannya terhadap kedua belah pihak, tanpa adanya terobosan untuk mengakhiri perang. Negosiator Ukraina, AS, dan Eropa telah menyepakati kerangka kerja 20 poin untuk mengakhiri perang, kata Zelensky, sebuah penyesuaian terhadap proposal 28 poin yang awalnya diajukan oleh Washington yang “menguntungkan” Moskow.

Peskov mengatakan bahwa dialog dengan Amerika Serikat terus berlanjut.

Dia mengatakan bahwa pihak Eropa telah melakukan banyak pembicaraan dengan pihak Amerika, dan bahwa "penting bagi pihak Rusia untuk juga menyampaikan pendapatnya mengenai diskusi-diskusi ini."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat...
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat Dasar Laut Filipina 2 Meter, Ikan-Ikan Mati
Rekomendasi
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Berita Terkini
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved