Macron Kepincut Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia: 'Uni Eropa Harus Memperoleh Senjata Ini'
Jum'at, 16 Januari 2026 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
“Inisiatif yang kami luncurkan, yang dikenal sebagai ELSA, sangat masuk akal mengingat kita baru saja menyaksikan untuk kedua kalinya penembakan rudal jarak jauh, yang dikenal sebagai Oreshnik,” kata Macron.
"Jika kita ingin tetap kredibel, kita orang Eropa—dan terutama Prancis, yang memiliki teknologi tertentu—harus memperoleh senjata baru ini yang akan mengubah situasi dalam jangka pendek," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (16/1/2026).
“Dengan mitra Jerman dan Inggris khususnya, kita harus membuat kemajuan yang signifikan dalam kemampuan serangan jarak jauh ini untuk meningkatkan kredibilitas kita dan mendukung pencegahan nuklir kita,” imbuh Macron.
Diluncurkan pada tahun 2024 oleh Prancis, Jerman, dan Polandia—dan kemudian diikuti oleh Swedia, Italia, Inggris, dan Belanda—, program ELSA berupaya memanfaatkan biaya bersama Eropa dan kekuatan industri untuk mengembangkan kemampuan serangan konvensional jarak jauh, meskipun belum menghasilkan rencana spesifik.
Rusia pertama kali menembakkan Oreshnik ke pabrik senjata di kota Dnipro, Ukraina, pada November 2024, dan menggambarkannya sebagai "uji tempur" yang sukses. Produksi massal telah dimulai sejak saat itu, dan Rusia mengerahkan sistem tersebut di sekutu dekatnya, Belarusia, pada akhir tahun 2025.
"Jika kita ingin tetap kredibel, kita orang Eropa—dan terutama Prancis, yang memiliki teknologi tertentu—harus memperoleh senjata baru ini yang akan mengubah situasi dalam jangka pendek," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (16/1/2026).
“Dengan mitra Jerman dan Inggris khususnya, kita harus membuat kemajuan yang signifikan dalam kemampuan serangan jarak jauh ini untuk meningkatkan kredibilitas kita dan mendukung pencegahan nuklir kita,” imbuh Macron.
Diluncurkan pada tahun 2024 oleh Prancis, Jerman, dan Polandia—dan kemudian diikuti oleh Swedia, Italia, Inggris, dan Belanda—, program ELSA berupaya memanfaatkan biaya bersama Eropa dan kekuatan industri untuk mengembangkan kemampuan serangan konvensional jarak jauh, meskipun belum menghasilkan rencana spesifik.
Rusia pertama kali menembakkan Oreshnik ke pabrik senjata di kota Dnipro, Ukraina, pada November 2024, dan menggambarkannya sebagai "uji tempur" yang sukses. Produksi massal telah dimulai sejak saat itu, dan Rusia mengerahkan sistem tersebut di sekutu dekatnya, Belarusia, pada akhir tahun 2025.
Lihat Juga :