Sekutu Putin: Jika Rusia Hampir Kalah, Senjata Nuklir Digunakan dan Eropa Hancur!

Jum'at, 16 Januari 2026 - 08:59 WIB
loading...
Sekutu Putin: Jika Rusia...
Sekutu Presiden Vladimir Putin, Sergey Karaganov, menyatakan Rusia akan gunakan senjata nuklir jika hampir kalah dalam perang Ukraina. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
MOSKOW - Sergey Karaganov, sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, telah memperingatkan bahwa Moskow akan menggunakan senjata nuklir terhadap Eropa jika mereka hampir kalah. Peringatan berbahaya ini disampaikan ketika proses perundingan damai untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina telah terhenti.

Karaganov, yang merupakan ketua kehormatan lembaga think tank kebijakan luar negeri utama Rusia; Council for Foreign and Defense Policy, menyampaikan peringatan bernada ancaman tersebut selama wawancara dengan jurnalis Amerika Serikat (AS) Tucker Carlson.

Baca Juga: Trump: Zelensky yang Hambat Kesepakatan Damai Rusia-Ukraina, Bukan Putin

Selama wawancara yang disiarkan pada 14 Januari, Karaganov, yang pernah menjadi penasihat Putin, menggambarkan keyakinan tentang Rusia dapat dikalahkan sebagai "ilusi fantastis" dan menuduh para pemimpin Eropa memiliki tingkat intelijen yang sangat rendah.

"Apa itu kekalahan Rusia? Jika Rusia hampir kalah, itu berarti Rusia akan menggunakan senjata nuklir dan Eropa akan hancur secara fisik," katanya.

"Jadi maksud saya, itu benar-benar mustahil untuk dipikirkan, tetapi mereka telah berbicara karena mereka membutuhkan perang untuk membenarkan keberadaan mereka, untuk membenarkan eksistensi mereka," paparnya, seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (16/1/2026).

Dia juga mengeklaim bahwa orang Eropa percaya perang tidak akan pernah terjadi di wilayah mereka. "Dan tugas Rusia adalah untuk membuat mereka sadar, mudah-mudahan tanpa menggunakan senjata nuklir, hanya dengan ancaman," ujarnya.

Dia menambahkan: "Tetapi cepat atau lambat, jika mereka terus mendukung perang ini, mengorbankan banyak warga Ukraina dan lainnya...kita harus menghukum mereka dengan keras. Mudah-mudahan dalam arti yang terbatas."

Komentar Karaganov memperluas tema-tema yang telah dia sampaikan sebelumnya. Pada Juni 2023, dia secara terbuka menganjurkan agar Rusia mengancam dan bahkan menggunakan senjata nuklir "untuk membawa mereka yang telah kehilangan akal sehat kembali ke akal sehat".

Karaganov mengatakan kepada Carlson: "Saya mengkritik pemerintah saya karena terlalu berhati-hati dan terlalu sabar terhadap mereka."

Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Reuters bahwa dia percaya Putin siap untuk membuat kesepakatan, tetapi pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky mengalami kesulitan untuk mencapainya.

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, sependapat dengan penilaian Trump tersebut ketika berbicara kepada wartawan pada hari Kamis. "Presiden Putin dan pihak Rusia mempertahankan keterbukaannya," kata Peskov.

Prospek perdamaian Rusia-Ukraina melalui negosiasi tetap jauh. Pemerintah Ukraina menyatakan tidak dapat menyerahkan wilayahnya yang sudah dikuasai pasukan Moskow. Sedangkan Rusia menuntut Ukraina menyerahkan kendali atas seluruh wilayah Donbas.

Perkembangan ini juga terjadi di tengah ketegangan aliansi NATO akibat dorongan Trump untuk mengakuisisi Greenland, wilayah otonom Denmark. Sekutu Eropa telah bersatu mendukung Kopenhagen setelah Trump mengatakan bahwa jika AS tidak mengakuisisi pulau terbesar di dunia itu, maka pulau itu akan jatuh ke tangan China atau pun Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Mau Ikut Pilih Logo...
Mau Ikut Pilih Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI? Begini Caranya
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Infografis
Alasan AS Hindari Perlombaan...
Alasan AS Hindari Perlombaan Senjata Nuklir Lawan Rusia dan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved