Witkoff Umumkan Dimulainya Fase Kedua Kesepakatan Gaza
Kamis, 15 Januari 2026 - 22:30 WIB
loading...
Utusan Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff. Foto/britannica
A
A
A
WASHINGTON - Utusan Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff mengumumkan pada hari Rabu (14/1/2026), atas nama Presiden Donald Trump, peluncuran fase kedua dari rencana 20 poin presiden AS untuk mengakhiri perang di Gaza. Fase baru ini bergerak dari gencatan senjata menuju perlucutan senjata, pembentukan pemerintahan teknokrat, dan rekonstruksi.
Witkoff mengatakan fase kedua didasarkan pada pembentukan pemerintahan teknokrat transisi Palestina di Gaza dengan nama "Komite Nasional untuk Administrasi Gaza."
Menurut rencana tersebut, komite akan mulai mengawasi proses perlucutan senjata penuh, khususnya senjata individu yang tidak sah, secara paralel dengan peluncuran proyek rekonstruksi komprehensif.
Utusan AS mengatakan Washington mengharapkan Hamas sepenuhnya mematuhi semua kewajibannya, termasuk pembebasan segera jenazah tawanan terakhir, dan memperingatkan setiap pelanggaran akan ditindak dengan "konsekuensi serius."
Witkoff menambahkan fase pertama rencana tersebut mencapai apa yang ia gambarkan sebagai “kemajuan bersejarah,” termasuk perluasan bantuan kemanusiaan, pemeliharaan gencatan senjata, pemulangan semua tawanan yang masih hidup, dan pemulihan jenazah 27 dari 28 tawanan yang meninggal.
Ia menyampaikan apresiasi AS atas upaya mediasi Qatar, Mesir, dan Turki, menggambarkan peran mereka sebagai penentu dalam mencapai kemajuan sejauh ini.
Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengumumkan kesepakatan telah tercapai mengenai nama-nama 15 anggota komite teknokrat yang bertugas mengelola Gaza di bawah rencana AS.
Faksi-faksi Palestina dan kekuatan politik juga mengumumkan dukungan mereka untuk upaya para mediator dalam membentuk komite transisi dan menciptakan kondisi yang tepat agar komite tersebut dapat segera menjalankan tanggung jawabnya di Jalur Gaza, menurut Al-Jazeera.
Berbicara pada konferensi pers di Kairo, Abdelatty mengatakan konsensus telah tercapai mengenai keanggotaan komite, dan menyatakan harapan pengumuman resmi akan segera dilakukan.
Ia menambahkan komite tersebut kemudian akan dikerahkan ke Gaza untuk mengelola kehidupan sehari-hari dan layanan penting, diikuti dengan implementasi ketentuan-ketentuan lain dari perjanjian tersebut.
Israel dan Hamas menyetujui rencana 20 poin Trump pada bulan Oktober, yang menetapkan Gaza akan dikelola selama periode transisi oleh badan teknokrat Palestina yang diawasi "Dewan Perdamaian" internasional.
Reuters melaporkan, mengutip empat sumber Palestina, bahwa Presiden Trump diperkirakan akan segera mengumumkan pemerintahan yang akan memerintah Gaza yang dilanda perang genosida Israel.
Kantor berita tersebut mengatakan badan beranggotakan 14 orang itu akan dipimpin Ali Shaath, mantan wakil menteri di Otoritas Palestina yang sebelumnya mengawasi pengembangan zona industri.
Menurut Reuters, komite tersebut akan mencakup tokoh-tokoh dari sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil yang dipilih Nikolay Mladenov, mantan utusan PBB untuk Timur Tengah, yang diharapkan akan mewakili Dewan Perdamaian di lapangan.
Baca juga: Dibayangi Perang, Misi AS di Arab Saudi Desak Personel dan Warga Amerika Tingkatkan Kewaspadaan
Witkoff mengatakan fase kedua didasarkan pada pembentukan pemerintahan teknokrat transisi Palestina di Gaza dengan nama "Komite Nasional untuk Administrasi Gaza."
Menurut rencana tersebut, komite akan mulai mengawasi proses perlucutan senjata penuh, khususnya senjata individu yang tidak sah, secara paralel dengan peluncuran proyek rekonstruksi komprehensif.
Utusan AS mengatakan Washington mengharapkan Hamas sepenuhnya mematuhi semua kewajibannya, termasuk pembebasan segera jenazah tawanan terakhir, dan memperingatkan setiap pelanggaran akan ditindak dengan "konsekuensi serius."
Witkoff menambahkan fase pertama rencana tersebut mencapai apa yang ia gambarkan sebagai “kemajuan bersejarah,” termasuk perluasan bantuan kemanusiaan, pemeliharaan gencatan senjata, pemulangan semua tawanan yang masih hidup, dan pemulihan jenazah 27 dari 28 tawanan yang meninggal.
Ia menyampaikan apresiasi AS atas upaya mediasi Qatar, Mesir, dan Turki, menggambarkan peran mereka sebagai penentu dalam mencapai kemajuan sejauh ini.
Pengumuman Komite
Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengumumkan kesepakatan telah tercapai mengenai nama-nama 15 anggota komite teknokrat yang bertugas mengelola Gaza di bawah rencana AS.
Faksi-faksi Palestina dan kekuatan politik juga mengumumkan dukungan mereka untuk upaya para mediator dalam membentuk komite transisi dan menciptakan kondisi yang tepat agar komite tersebut dapat segera menjalankan tanggung jawabnya di Jalur Gaza, menurut Al-Jazeera.
Berbicara pada konferensi pers di Kairo, Abdelatty mengatakan konsensus telah tercapai mengenai keanggotaan komite, dan menyatakan harapan pengumuman resmi akan segera dilakukan.
Ia menambahkan komite tersebut kemudian akan dikerahkan ke Gaza untuk mengelola kehidupan sehari-hari dan layanan penting, diikuti dengan implementasi ketentuan-ketentuan lain dari perjanjian tersebut.
Israel dan Hamas menyetujui rencana 20 poin Trump pada bulan Oktober, yang menetapkan Gaza akan dikelola selama periode transisi oleh badan teknokrat Palestina yang diawasi "Dewan Perdamaian" internasional.
Reuters melaporkan, mengutip empat sumber Palestina, bahwa Presiden Trump diperkirakan akan segera mengumumkan pemerintahan yang akan memerintah Gaza yang dilanda perang genosida Israel.
Kantor berita tersebut mengatakan badan beranggotakan 14 orang itu akan dipimpin Ali Shaath, mantan wakil menteri di Otoritas Palestina yang sebelumnya mengawasi pengembangan zona industri.
Menurut Reuters, komite tersebut akan mencakup tokoh-tokoh dari sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil yang dipilih Nikolay Mladenov, mantan utusan PBB untuk Timur Tengah, yang diharapkan akan mewakili Dewan Perdamaian di lapangan.
Baca juga: Dibayangi Perang, Misi AS di Arab Saudi Desak Personel dan Warga Amerika Tingkatkan Kewaspadaan
(sya)
Lihat Juga :