Putra Mahkota Shah Iran yang Tinggal di AS Kian Berambisi Berkuasa, Mungkinkah?

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:30 WIB
loading...
A A A
Namun akhir pekan ini, nada bicara pewaris Takhta Merak yang berusia 65 tahun dan putra dari Shah terakhir Iran berubah secara dramatis.

Dalam tantangan langsung kepada pemerintah Iran, Pahlavi menyerukan kepada warga Iran untuk "merebut pusat kota" dan bersiap untuk kepulangannya yang akan segera terjadi, yang memicu apa yang digambarkan oleh media pemerintah Iran sebagai "serangan teroris bersenjata" di seluruh negeri.

"Tujuan kami bukan lagi sekadar turun ke jalan," kata Pahlavi dalam pernyataan yang dirilis di akun X-nya. "Tujuannya adalah untuk bersiap merebut pusat kota dan mempertahankannya."

Dari Pewaris Takhta ke Pengasingan


Pahlavi lahir di Teheran pada 31 Oktober 1960, tujuh tahun setelah AS dan Inggris merekayasa kudeta terhadap Perdana Menteri Iran yang terpilih saat itu, Mohammad Mosaddegh, yang telah menasionalisasi aset perusahaan minyak Anglo-Persia, yang sekarang dikenal sebagai BP, pada tahun 1951.

Pahlavi secara resmi dinobatkan sebagai putra mahkota pada usia tujuh tahun. Jalannya tampak ditakdirkan menuju takhta hingga revolusi tahun 1979 mengguncang kawasan tersebut.

Pada usia 17 tahun, ia meninggalkan Iran untuk menjalani pelatihan pilot tempur di AS di Pangkalan Angkatan Udara Reese di Texas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved