AS Segera Serang Iran, Evakuasi Tentaranya dari Pangkalan Timur Tengah
Kamis, 15 Januari 2026 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
Namun, sumber tersebut menambahkan: "Itulah cara pemerintahan ini bertindak untuk membuat semua orang tetap waspada, dengan ketidakpastian sebagai bagian dari strategi."
Menurut laporan tersebut, yang mengutip dua pejabat Eropa yang tidak disebutkan namanya, “Intervensi militer AS dapat terjadi dalam 24 jam ke depan.”
Reuters juga mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya yang menyatakan bahwa Trump tampaknya telah memutuskan untuk menyerang Iran, meskipun cakupan aksi militer potensial tersebut masih belum jelas.
Lebih lanjut, laporan Reuters menyebutkan AS sedang mengevakuasi beberapa personel militernya dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah untuk mengantisipasi serangan balasan dari Iran.
Pada hari Selasa, Trump menyerukan para demonstran Iran untuk mengambil alih kendali lembaga-lembaga negara, setelah sebelumnya dia menyatakan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan".
Awal pekan ini, presiden AS itu menyatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat terhadap Republik Islam.
Pada hari Senin, Departemen Luar Negeri AS mendesak semua warga negara Amerika di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut.
Menurut laporan tersebut, yang mengutip dua pejabat Eropa yang tidak disebutkan namanya, “Intervensi militer AS dapat terjadi dalam 24 jam ke depan.”
Reuters juga mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya yang menyatakan bahwa Trump tampaknya telah memutuskan untuk menyerang Iran, meskipun cakupan aksi militer potensial tersebut masih belum jelas.
Lebih lanjut, laporan Reuters menyebutkan AS sedang mengevakuasi beberapa personel militernya dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah untuk mengantisipasi serangan balasan dari Iran.
Pada hari Selasa, Trump menyerukan para demonstran Iran untuk mengambil alih kendali lembaga-lembaga negara, setelah sebelumnya dia menyatakan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan".
Awal pekan ini, presiden AS itu menyatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat terhadap Republik Islam.
Pada hari Senin, Departemen Luar Negeri AS mendesak semua warga negara Amerika di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut.
Lihat Juga :