Pasukan Thailand Kuasai Wilayah Kamboja, Gencatan Senjata Tak Berlaku

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:20 WIB
loading...
Pasukan Thailand Kuasai...
Pasukan Thailand masih menguasai wilayah Kamboja. Foto/X/ @wuthi11_
A A A
BANGKOK - Militer Thailand terus menduduki wilayah sipil di Kamboja, setelah membarikade beberapa wilayah dengan kawat berduri dan kontainer pengiriman, yang menimbulkan risiko terhadap gencatan senjata antara kedua negara tetangga yang bentrok dua kali tahun lalu. Itu diungkapkan menteri luar negeri Kamboja Prak Sokhonn.

Hingga 4.000 keluarga Kamboja tidak dapat kembali ke rumah mereka di sepanjang perbatasan yang dipersengketakan karena serangan Thailand, kata Prak Sokhonn kepada Reuters, meskipun ada kesepakatan Desember yang menghentikan bentrokan perbatasan sengit selama beberapa minggu.

"Militer Thailand masih menduduki wilayah yang berada jauh di dalam Kamboja," katanya pada hari Selasa (13 Januari) dalam sebuah wawancara langka dari Phnom Penh, ibu kota, menyebutkan setidaknya empat lokasi perbatasan sebagai tempat serangan, dilansir CNA.

"Situasinya tetap tenang, tetapi ada beberapa risiko juga. Jadi kami berharap Thailand akan tetap berkomitmen untuk sepenuhnya melaksanakan gencatan senjata."

Menanggapi pertanyaan dari Reuters, pejabat militer dan pemerintah Thailand merujuk pada pernyataan Kementerian Luar Negeri Thailand pada 12 Januari yang menolak tuduhan Kamboja sebagai "tidak berdasar".

"Pemeliharaan posisi pasukan saat ini setelah gencatan senjata merupakan kepatuhan langsung terhadap langkah-langkah de-eskalasi yang disepakati," kata kementerian Thailand. "Ini tidak dapat disalahartikan sebagai pendudukan wilayah."

Baca Juga: 8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Berita Terkini
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved