Sekjen PBB Ancam Seret Israel ke Mahkamah Internasional terkait UU yang Menyerang UNRWA
Rabu, 14 Januari 2026 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
“Kami tidak gentar dengan ancaman Sekretaris Jenderal,” ujar Danon dalam unggahan di X pada hari Selasa.
“Alih-alih menangani keterlibatan personel UNRWA yang tak terbantahkan dalam terorisme, Sekretaris Jenderal memilih untuk mengancam Israel. Ini bukan membela hukum internasional, ini membela organisasi yang ternoda oleh terorisme,” tambahnya.
Israel telah lama berupaya membubarkan UNRWA, yang dibentuk Majelis Umum PBB pada tahun 1949 setelah perang seputar pendirian Israel. Sejak saat itu, UNRWA telah memberikan bantuan, layanan kesehatan, dan pendidikan kepada jutaan warga Palestina di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, Suriah, Lebanon, dan Yordania.
Israel menuduh selusin karyawan UNRWA terlibat dalam serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan, di mana 1.139 orang tewas, dan sekitar 240 orang dibawa ke Gaza sebagai tawanan.
Israel melancarkan perang genosida yang menghancurkan terhadap rakyat Palestina di Gaza, menewaskan lebih dari 71.400 orang, menurut otoritas kesehatan Gaza.
PBB mengatakan sembilan staf UNRWA yang mungkin terlibat dalam serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel telah dipecat.
Seorang komandan Hamas di Lebanon, yang tewas pada bulan September oleh Israel, juga diketahui pernah bekerja di UNRWA.
PBB juga berjanji menyelidiki semua tuduhan yang diajukan terhadap UNRWA, dan telah berulang kali meminta bukti dari Israel, yang menurut PBB belum diberikan.
“Alih-alih menangani keterlibatan personel UNRWA yang tak terbantahkan dalam terorisme, Sekretaris Jenderal memilih untuk mengancam Israel. Ini bukan membela hukum internasional, ini membela organisasi yang ternoda oleh terorisme,” tambahnya.
Israel telah lama berupaya membubarkan UNRWA, yang dibentuk Majelis Umum PBB pada tahun 1949 setelah perang seputar pendirian Israel. Sejak saat itu, UNRWA telah memberikan bantuan, layanan kesehatan, dan pendidikan kepada jutaan warga Palestina di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, Suriah, Lebanon, dan Yordania.
Israel menuduh selusin karyawan UNRWA terlibat dalam serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan, di mana 1.139 orang tewas, dan sekitar 240 orang dibawa ke Gaza sebagai tawanan.
Israel melancarkan perang genosida yang menghancurkan terhadap rakyat Palestina di Gaza, menewaskan lebih dari 71.400 orang, menurut otoritas kesehatan Gaza.
PBB mengatakan sembilan staf UNRWA yang mungkin terlibat dalam serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel telah dipecat.
Seorang komandan Hamas di Lebanon, yang tewas pada bulan September oleh Israel, juga diketahui pernah bekerja di UNRWA.
PBB juga berjanji menyelidiki semua tuduhan yang diajukan terhadap UNRWA, dan telah berulang kali meminta bukti dari Israel, yang menurut PBB belum diberikan.
Lihat Juga :