Dewan Keamanan Nasional Ungkap Nama-Nama Pembunuh Utama Rakyat Iran
Rabu, 14 Januari 2026 - 08:30 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump menjamu PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani menyebut nama-nama utama pembunuh rakyat Iran. Pernyataan itu muncul untuk menanggapi ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
“Kami mengumumkan nama-nama pembunuh utama rakyat Iran: pertama Trump, dan kedua Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,”
Trump sebelumnya menyerukan kepada warga Iran untuk terus berdemonstrasi dan mengambil kendali atas lembaga-lembaga mereka.
Ia juga mendesak mereka mengingat nama-nama orang yang ia sebut sebagai “pembunuh dan agresor,” dengan mengatakan mereka akan membayar harga yang mahal.
Trump mengatakan ia telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai apa yang ia sebut sebagai pembunuhan demonstran yang tidak masuk akal berhenti.
Ia menambahkan “bantuan sedang dalam perjalanan,” menyerukan agar Iran kembali menjadi negara yang hebat.
Iran telah menyaksikan protes terkait kondisi kehidupan selama tiga minggu berturut-turut, di tengah penurunan tajam nilai mata uang nasional dan daya beli.
Protes tersebut berlangsung di tengah pemadaman internet yang hampir total, dengan slogan-slogan anti-pemerintah diteriakkan dalam beberapa demonstrasi.
Sebagai tanggapan, jutaan demonstran pro-pemerintah berbaris di beberapa kota besar, termasuk Teheran, untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap republik dan untuk menyuarakan protes terhadap perusuh yang melakukan kekerasan dan intervensi asing.
Baca juga: Trump Batalkan Pertemuan AS-Iran, Dorong Para Pengunjuk Rasa Mengambil Alih Institusi
“Kami mengumumkan nama-nama pembunuh utama rakyat Iran: pertama Trump, dan kedua Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,”
Trump sebelumnya menyerukan kepada warga Iran untuk terus berdemonstrasi dan mengambil kendali atas lembaga-lembaga mereka.
Ia juga mendesak mereka mengingat nama-nama orang yang ia sebut sebagai “pembunuh dan agresor,” dengan mengatakan mereka akan membayar harga yang mahal.
Trump mengatakan ia telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai apa yang ia sebut sebagai pembunuhan demonstran yang tidak masuk akal berhenti.
Ia menambahkan “bantuan sedang dalam perjalanan,” menyerukan agar Iran kembali menjadi negara yang hebat.
Iran telah menyaksikan protes terkait kondisi kehidupan selama tiga minggu berturut-turut, di tengah penurunan tajam nilai mata uang nasional dan daya beli.
Protes tersebut berlangsung di tengah pemadaman internet yang hampir total, dengan slogan-slogan anti-pemerintah diteriakkan dalam beberapa demonstrasi.
Sebagai tanggapan, jutaan demonstran pro-pemerintah berbaris di beberapa kota besar, termasuk Teheran, untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap republik dan untuk menyuarakan protes terhadap perusuh yang melakukan kekerasan dan intervensi asing.
Baca juga: Trump Batalkan Pertemuan AS-Iran, Dorong Para Pengunjuk Rasa Mengambil Alih Institusi
(sya)
Lihat Juga :