Apa yang Bisa Dilakukan Uni Eropa dan NATO untuk Hentikan Trump Caplok Greenland?
Selasa, 13 Januari 2026 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah makalah untuk lembaga think tank Bruegel yang berpengaruh, peneliti Moreno Bertoldi dan Marco Buti berpendapat: "Pemerintah Uni Eropa harus secara proaktif melindungi Greenland dari ekspansionisme AS."
"Uni Eropa memiliki kapasitas pengerahan [pasukan] cepat dan harus diaktifkan," papar mereka.
Sejalan dengan Kopenhagen dan Nuuk, mereka mengatakan, pasukan Eropa harus dikerahkan di pulau itu sebagai sinyal komitmen Eropa terhadap integritas teritorial Greenland. Meskipun itu tidak akan mencegah aneksasi AS, itu akan membuatnya jauh lebih rumit.
"Meskipun tidak akan ada kebutuhan untuk konfrontasi bersenjata, tontonan AS yang menawan pasukan sekutu terdekatnya akan merusak kredibilitas AS, menodai reputasi internasionalnya, dan sangat memengaruhi publik dan Kongres AS," demikian argumen mereka.
Juru bicara pemerintah Jerman mengatakan pekan lalu bahwa Berlin sedang mengerjakan rencana "termasuk pencegahan Eropa" jika AS mencoba merebut Greenland. Sementara Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot tahun lalu mengemukakan kemungkinan mengerahkan kontingen militer Prancis.
Kapasitas pengerahan pasukan cepat Uni Eropa adalah kerangka kerja untuk mengerahkan hingga 5.000 pasukan dari beberapa negara anggota yang berbeda, di bawah komando Uni Eropa, untuk respons krisis di luar blok tersebut. Hal ini dapat mengubah perhitungan AS, menurut para pakar dan beberapa politisi.
“Tidak ada yang percaya bahwa perang antara AS dan Uni Eropa diinginkan atau dapat dimenangkan,” kata Sergey Lagodinsky, seorang anggota Parlemen Eropa dari Partai Hijau Jerman.
“Tetapi langkah militer AS terhadap Uni Eropa akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi kerja sama pertahanan, pasar, dan kepercayaan global terhadap AS.”
Hal itu mungkin membuat Trump berpikir dua kali.
"Uni Eropa memiliki kapasitas pengerahan [pasukan] cepat dan harus diaktifkan," papar mereka.
Sejalan dengan Kopenhagen dan Nuuk, mereka mengatakan, pasukan Eropa harus dikerahkan di pulau itu sebagai sinyal komitmen Eropa terhadap integritas teritorial Greenland. Meskipun itu tidak akan mencegah aneksasi AS, itu akan membuatnya jauh lebih rumit.
"Meskipun tidak akan ada kebutuhan untuk konfrontasi bersenjata, tontonan AS yang menawan pasukan sekutu terdekatnya akan merusak kredibilitas AS, menodai reputasi internasionalnya, dan sangat memengaruhi publik dan Kongres AS," demikian argumen mereka.
Juru bicara pemerintah Jerman mengatakan pekan lalu bahwa Berlin sedang mengerjakan rencana "termasuk pencegahan Eropa" jika AS mencoba merebut Greenland. Sementara Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot tahun lalu mengemukakan kemungkinan mengerahkan kontingen militer Prancis.
Kapasitas pengerahan pasukan cepat Uni Eropa adalah kerangka kerja untuk mengerahkan hingga 5.000 pasukan dari beberapa negara anggota yang berbeda, di bawah komando Uni Eropa, untuk respons krisis di luar blok tersebut. Hal ini dapat mengubah perhitungan AS, menurut para pakar dan beberapa politisi.
“Tidak ada yang percaya bahwa perang antara AS dan Uni Eropa diinginkan atau dapat dimenangkan,” kata Sergey Lagodinsky, seorang anggota Parlemen Eropa dari Partai Hijau Jerman.
“Tetapi langkah militer AS terhadap Uni Eropa akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi kerja sama pertahanan, pasar, dan kepercayaan global terhadap AS.”
Hal itu mungkin membuat Trump berpikir dua kali.
(mas)
Lihat Juga :