Apa yang Bisa Dilakukan Uni Eropa dan NATO untuk Hentikan Trump Caplok Greenland?

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:28 WIB
loading...
Apa yang Bisa Dilakukan...
Uni Eropa dan NATO memiliki beberapa opsi, termasuk pengerahan pasukan cepat, untuk menghentikan upaya Presiden AS Donald Trump mencaplok Greenland dari Denmark. Foto/Inspire Preneur Magazine
A A A
BRUSSELS - Pemerintahan Donald Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) perlu menguasai Greenland dengan dalih untuk kepentingan keamanan nasional. Trump bahkan memperingatkan bahwa Washington akan melakukan sesuatu terhadap pulau terbesar di dunia itu terlepas "apakah mereka suka atau tidak".

Ambisi Trump untuk mencaplok Greenland ini menempatkan Uni Eropa dan NATO dalam posisi yang sulit. Greenland, wilayah otonom Kerajaan Denmark, bukanlah anggota blok-blok tersebut, tetapi Denmark adalah anggotanya dan pulau Arktik tersebut dilindungi oleh jaminan aliansi pertahanan melalui keanggotaan Denmark.

Baca Juga: AS: Denmark Menduduki Greenland

Para pemimpin Eropa telah dengan tegas membela kedaulatan, integritas teritorial, dan hak Greenland dan Denmark untuk memutuskan masalah yang menyangkut mereka. Namun, sejauh ini belum ada strategi yang jelas tentang bagaimana mencegah Trump—atau merespons jika dia benar-benar mencaplok Greenland dan menjadikannya bagian dari AS.

Ini Beberapa Opsi untuk Uni Eropa dan NATO

1. Diplomasi dan Keamanan Arktik

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu dengan menteri luar negeri Denmark dan Greenland pada hari Rabu besok. Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Møller Sørensen, dan utusan Greenland, Jacob Isbosethsen, juga mulai melobi anggota Parlemen AS.

Upaya diplomatik sebagian akan bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran keamanan AS, pertama dengan menekankan bahwa perjanjian pertahanan AS-Denmark yang ada sejak tahun 1951, yang diperbarui pada tahun 2004, telah memungkinkan perluasan besar-besaran kehadiran militer Amerika di pulau itu, termasuk pangkalan baru.

Dalam pesan yang ditujukan langsung kepada Partai Republik di luar lingkaran MAGA [Make America Great Again] Trump, mereka juga akan menggarisbawahi bahwa, seperti yang dikatakan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, serangan AS terhadap Greenland, yang pada dasarnya berarti satu anggota berbalik melawan anggota lainnya, akan berarti "akhir dari NATO".

Secara lebih konkret, para duta besar NATO dilaporkan sepakat di Brussels pekan lalu bahwa aliansi transatlantik harus meningkatkan pengeluaran militer di Arktik, mengerahkan lebih banyak peralatan dan mengadakan latihan yang lebih banyak dan lebih besar untuk membantu meredakan kekhawatiran keamanan AS.

Meskipun klaim Trump bahwa Greenland "penuh dengan kapal-kapal China dan Rusia di mana-mana" jelas dilebih-lebihkan, para diplomat percaya bahwa semacam langkah bersama dari Barat untuk memperkuat keamanan eksternal Greenland bisa menjadi jalan keluar yang paling tidak menyakitkan dari krisis ini.

Para pejabat Uni Eropa mengatakan ini dapat dimodelkan pada Baltic Sentry, operasi NATO yang diluncurkan tahun lalu untuk mengamankan infrastruktur di Laut Baltik, dan Eastern Sentry, yang memperluas konsep tersebut untuk melindungi sayap timur Eropa dari drone dan ancaman lainnya secara lebih luas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
NATO Eropa Takut Trump...
NATO Eropa Takut Trump akan Hentikan Dukungan Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved