Korban Tewas Demo Iran 648 Orang, Trump Kenakan Hukuman Tarif 25%

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:25 WIB
loading...
Korban Tewas Demo Iran...
Demo pro-pemerintah Iran bermunculan setelah negara Islam ini diancam akan diserang Amerika Serikat. Foto/X @khamenei_ir
A A A
TEHERAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan "hukuman" tarif 25 persen untuk setiap negara yang berdagang dengan Iran. Pengumuman ini muncul setelah kelompok hak asasi manusia (HAM) menyatakan 648 orang tewas dalam demo rusuh di Iran.

“Berlaku segera, setiap negara yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar tarif 25 persen untuk setiap dan semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat. Perintah ini bersifat final dan mengikat,” tulis Trump di Truth Social, sebagaimana dikutip AFP, Selasa (13/1/2026).

Mitra dagang utama Iran adalah China, Turki, Uni Emirat Arab, dan Irak, menurut basis data ekonomi Trading Economics.

Baca Juga: Iran Nyatakan Siap Perang, Tak Gentar dengan Ancaman AS

Pengumuman "hukuman" tarif ini muncul ketika Trump mempertimbangkan kemungkinan tindakan militer terhadap Iran atas tindakan keras terhadap protes anti-rezim.

“Serangan udara akan menjadi salah satu dari sekian banyak pilihan yang ada,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.

Namun, dia mengatakan Iran juga memiliki saluran diplomatik yang terbuka untuk utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menambahkan bahwa Iran mengambil “nada yang jauh berbeda” secara pribadi daripada dalam pernyataan publiknya.

Iran Human Rights (IHR), kelompok HAM yang berbasis di Norwegia, mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi 648 orang tewas selama protes, termasuk sembilan anak di bawah umur, dan ribuan lainnya terluka dalam tindakan keras rezim Iran terhadap demonstran anti-pemerintah. IHR bahkan memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan jauh lebih tinggi.

Menurut IHR, sekitar 10.000 orang telah ditangkap. “Masyarakat internasional memiliki kewajiban untuk melindungi para demonstran sipil dari pembunuhan massal oleh Republik Islam,” kata direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam.

Ketika AS mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Iran dengan dalih membela demonstran anti-rezim, gelombang demo pro-pemerintah mulai bermunculan.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang berkuasa sejak 1989 dan sekarang berusia 86 tahun, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa demonstrasi pro-pemerintah adalah peringatan kepada AS.

"Demonstrasi besar-besaran ini, penuh tekad, telah menggagalkan rencana musuh asing yang seharusnya dilakukan oleh tentara bayaran domestik," katanya.

"Perang Empat Front"


Di ibu kota Teheran, televisi pemerintah menunjukkan orang-orang mengibarkan bendera nasional dan doa-doa dibacakan untuk para korban dari apa yang disebut pemerintah sebagai "kerusuhan".

Di Lapangan Enghelab (Revolusi), Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan kepada massa bahwa Iran sedang berperang di “empat front”, menyebutkan perang ekonomi, perang psikologis, “perang militer” dengan AS dan Israel, dan “hari ini perang melawan teroris”—merujuk pada protes tersebut.

Diapit oleh slogan “Matilah Israel, Matilah Amerika” dalam bahasa Persia, dia bersumpah bahwa militer Iran akan memberi Trump “pelajaran yang tak terlupakan” jika Iran diserang.

Namun Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa kepemimpinan Iran telah menghubunginya untuk bernegosiasi, dan Leavitt mencatat bahwa pesan publik dari otoritas Iran sangat berbeda dari pesan yang diterima pemerintah secara pribadi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada konferensi para duta besar asing di Teheran: "Iran tidak mencari perang tetapi sepenuhnya siap untuk perang.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan saluran komunikasi tetap terbuka antara Araghchi dan utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, meskipun tidak ada hubungan diplomatik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Musim Liburan Sekolah,...
Musim Liburan Sekolah, 418.000 Pemudik Nikmati Diskon Penyeberangan ASDP
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Berita Terkini
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved