Makin Gila, RUU Kongres Akan Jadikan Greenland Negara Bagian Ke-51 AS

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:16 WIB
loading...
Makin Gila, RUU Kongres...
Anggota Kongres ajukan RUU yang akan menjadikan Greenland sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat. Ini untuk mendukung ambisi Presiden Donald Trump dalam mencaplok pulau tersebut. Foto/NASA
A A A
WASHINGTON - Sebuah rancangan undang-undang (RUU) telah diajukan ke Kongres Amerika Serikat (AS), yang bertujuan menjadikan Greenland sebagai negara bagian ke-51 AS. Ini menjadi "langkah gila" terbaru dalam mendukung ambisi pemerintah Presiden Donald Trump untuk mencaplok pulau terbesar di dunia tersebut.

Trump mengeklaim pekan lalu bahwa AS harus mencaplok Greenland—wilayah otonom Kerajaan Denmark—untuk membendung Rusia dan China. Menurut Trump, Moskow dan Beijing akan mengambil alih pulau itu jika Washington tidak melakukannya terlebih dahulu.

RUU bernama "Greenland Annexation and Statehood Act" diajukan oleh anggota Kongres Randy Fine dari Partai Republik pada hari Senin. RUU ini akan memberi wewenang kepada Presiden Trump untuk mengambil langkah-langkah apa pun yang diperlukan untuk mencaplok atau memperoleh Greenland.

Baca Juga: AS Susun Rencana Invasi Greenland, Eropa Masih Diskusi Pengerahan Pasukan NATO

Selain itu, RUU tersebut mewajibkan Trump menyampaikan laporan kepada Kongres—yang menguraikan langkah-langkah yang diperlukan untuk penerimaan Greenland sebagai negara bagian AS.

“Greenland bukanlah pos terpencil yang dapat kita abaikan—ini adalah aset keamanan nasional yang vital,” kata Fine dalam siaran pers, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (13/1/2026).

“Siapa pun yang mengendalikan Greenland mengendalikan jalur pelayaran Arktik utama dan arsitektur keamanan yang melindungi Amerika Serikat.”

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa penguasaan Greenland tetap menjadi prioritas bagi Trump, meskipun dia menyatakan tidak ada jadwal spesifik untuk tindakan tersebut.

Setelah intervensi AS baru-baru ini di Venezuela, laporan media menunjukkan bahwa Trump telah memerintahkan komandan militer untuk mengembangkan rencana invasi potensial.

Nasib RUU tersebut di Kongres masih belum pasti, karena prospek penguasaan paksa Greenland telah menuai kritik bahkan dari dalam kalangan politik AS.

Senator Partai Republik Rand Paul mencatat bahwa rencana tersebut kemungkinan akan menjadi bumerang bagi AS, sementara Senator Partai Demokrat Chris Murphy memperingatkan bahwa setiap upaya untuk merebut Greenland dengan paksa akan secara efektif “mengakhiri NATO".

Sementara itu, Pemerintah Denmark menegaskan bahwa Greenland tidak akan dijual atau diserahkan. Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moller Sorensen, bersikeras bahwa masa depan pulau itu harus ditentukan oleh rakyatnya, yang sebagian besar memilih pada tahun 2008 untuk mempertahankan status pemerintahan sendiri di dalam Kerajaan Denmark.

Di sisi lain, Beijing juga mengkritik upaya Trump untuk menggunakan China dan Rusia sebagai dalih untuk mencaplok Greenland.

Para pejabat Rusia juga berulang kali menentang militerisasi Arktik, dan malah menggambarkannya sebagai zona untuk kerja sama damai. Meskipun Moskow belum secara resmi menanggapi pernyataan terbaru Trump, sebelumnya mereka telah menekankan bahwa masa depan Greenland harus ditentukan oleh warganya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
Prancis Lolos ke 16...
Prancis Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Swedia, Mbappe Borong 2 Gol
YHK Junior Padel Championship...
YHK Junior Padel Championship 2026 Jadi Ajang Lahirnya Atlet Muda Indonesia
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved