Trump: Iran Ajak Negosiasi, tapi AS Mungkin Bertindak sebelum Berunding

Senin, 12 Januari 2026 - 10:44 WIB
loading...
Trump: Iran Ajak Negosiasi,...
Presiden AS Donald Trump sebut para pemimpin Iran menelepon untuk mengajak bernegosiasi, namun dia mengisyaratkan AS akan bertindak sebelum perundingan terjadi. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa kepemimpinan Iran, yang dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, telah menghubunginya untuk bernegosiasi. Ajakan berunding dari Teheran itu muncul setelah Washington mengancam akan mengambil tindakan militer untuk membela para demonstran anti-rezim.

"Para pemimpin Iran menelepon kemarin," kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One pada hari Minggu waktu AS atau Senin (12/1/2026) WIB. "Pertemuan sedang diatur...Mereka ingin bernegosiasi," katanya lagi.

Namun, orang nomor satu AS itu menambahkan, "Kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan."

Baca Juga: Presiden Trump Telah Dibriefing tentang Opsi AS Menyerang Iran

"Sepertinya mereka mulai bertindak, dan tampaknya ada beberapa orang yang terbunuh yang seharusnya tidak terbunuh. Mereka adalah orang-orang yang melakukan kekerasan jika Anda menyebut mereka pemimpin. Saya tidak tahu apakah mereka pemimpin atau hanya memerintah melalui kekerasan," kata Trump, seperti dikutip dari NDTV.

Trump akui militer AS sedang memantau situasi Iran dengan cermat. "Kami sedang mempertimbangkannya dengan sangat serius. Militer sedang mempertimbangkannya, dan kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat. Kami akan membuat keputusan," katanya.

Ketika ditanya apakah Iran telah melanggar "garis merah", Presiden AS itu menolak untuk menguraikan rencana militer spesifik.

"Apakah saya akan benar-benar—apakah Anda meminta saya untuk mengatakan, apa yang akan mereka lakukan? Di mana kami akan menyerang? Kapan dan dari sudut mana kita akan menyerang?" katanya.

Trump mengatakan dia menerima pembaruan "setiap jam" tentang situasi di dalam Iran."Kami akan membuat keputusan," ujarnya.

Ditanya tentang laporan bahwa para demonstran telah tewas, Trump mengatakan beberapa kematian terkait dengan dinamika kerumunan. "Beberapa demonstran tewas karena terinjak-injak. Maksud saya, Anda tahu, ada begitu banyak dari mereka, dan beberapa ditembak," katanya.

Menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan pembalasan oleh Iran atau sekutunya, Trump mengeluarkan peringatan keras. "Jika mereka melakukan itu, kami akan menyerang mereka pada tingkat yang belum pernah mereka alami sebelumnya," katanya. "Mereka bahkan tidak akan mempercayainya."

Dia mengatakan Iran seharusnya sudah memahami tekad AS. "Tidakkah Anda pikir mereka menganggap serius ancaman Anda?" kata Trump, berbicara kepada seorang reporter.

Trump tidak mengatakan apakah dia telah berkoordinasi dengan sekutu AS mengenai tanggapan tersebut, dan dia juga tidak memberikan tenggat waktu untuk keputusan apa pun.

Sekadar diketahui, Iran mengalami gelombang kerusuhan berulang kali dalam beberapa pekan terakhir. Ribuan warga Iran memprotes rezim saat ini di berbagai kota di seluruh negeri atas memburuknya kondisi ekonomi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved