AS Bersiap Ikut Campur dalam Kekacauan Iran: 'Bantuan Sedang Dalam Perjalanan'

Minggu, 11 Januari 2026 - 06:02 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, Reza Pahlavi, pangeran Iran yang diasingkan, telah mendesak Trump untuk campur tangan dalam pemberontakan yang telah menyebabkan bentrokan antara demonstran dan petugas keamanan.

Gelombang protes kedua pecah setelah Pahlavi mendorong warga yang marah untuk bersuara menentang Republik Islam karena Iran menghadapi kesulitan ekonomi yang parah. Aksi protes saat ini, gelombang perbedaan pendapat terbesar dalam tiga tahun terakhir, dimulai bulan lalu di Grand Bazaar Teheran ketika para pemilik toko mengecam jatuhnya nilai mata uang rial.

Saat protes terhadap pemerintah Iran meningkat secara signifikan pada Kamis malam, pasukan rezim merespons di banyak tempat dengan menembak. Seorang dokter di Teheran mengatakan kepada TIME dengan syarat anonim bahwa hanya enam rumah sakit di ibu kota yang mencatat setidaknya 217 kematian demonstran. "Sebagian besar akibat peluru tajam," katanya.

Jumlah kematian tersebut, jika dikonfirmasi, akan menandakan tindakan keras yang dikhawatirkan, yang didahului oleh penutupan hampir total koneksi internet dan telepon nasional oleh rezim sejak Kamis malam.

Demonstrasi, yang kini mencakup seluruh 31 provinsi, dimulai sebagai protes terhadap perekonomian yang sedang merosot. Tetapi demonstrasi tersebut segera meluas untuk menuntut penggulingan rezim Islam otoriter yang telah memerintah negara berpenduduk sekitar 92 juta jiwa itu sejak 1979. Meskipun demonstrasi sebagian besar berlangsung damai, dengan teriakan "Kebebasan" dan "Matilah Diktator", beberapa gedung pemerintah telah dirusak.

Dokter tersebut mengatakan pihak berwenang telah memindahkan jenazah dari rumah sakit pada hari Jumat. Sebagian besar korban tewas adalah kaum muda, katanya, termasuk beberapa orang yang tewas di luar kantor polisi Teheran utara ketika pasukan keamanan menembakkan senapan mesin ke arah para demonstran, yang tewas di tempat kejadian. Para aktivis melaporkan setidaknya 30 orang ditembak dalam insiden tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Bersumpah Balas Dendam Pembunuhan Ali Khamenei
Ungkap Rencana Pembunuhan,...
Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Rekomendasi
Kejagung Perintahkan...
Kejagung Perintahkan Kepala Kejati Hentikan Pengumpulan Data Program MBG
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
Berita Terkini
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved