AS Ancam Iran Agar Tidak Kerahkan Pejuang Hizbullah untuk Bantai Demonstran

Sabtu, 10 Januari 2026 - 19:33 WIB
loading...
AS Ancam Iran Agar Tidak...
AS ancam iran agar tidak kerahkan pejuang Hizbullah untuk bantai demonstran. Foto/Iran International
A A A
TEHERAN - Washington prihatin dengan laporan bahwa Republik Islam Iran telah mengerahkan anggota Hizbullah dan milisi Irak untuk menekan protes damai. Itu diungkapkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada X.

“Amerika Serikat prihatin dengan laporan bahwa Republik Islam telah menggunakan teroris Hizbullah dan milisi Irak untuk menindak protes damai,” kata unggahan hari Sabtu itu, dilansir Iran International.

Otoritas Iran, tambah Departemen Luar Negeri, telah menghabiskan miliaran dolar milik rakyat Iran untuk apa yang digambarkan sebagai pasukan proksi teroris, memperingatkan bahwa menggunakan pasukan tersebut terhadap warga negara Iran sendiri akan sama dengan pengkhianatan besar lainnya terhadap penduduk.

Selain itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menulis pada X bahwa pada hari ke-13 protes, ketakutan terbesar Republik Islam telah menjadi sangat jelas: rakyat Iran bersatu dan menuntut perubahan.

Baca Juga: Politikus Ini Sarankan Pasukan Khusus Iran Tangkap Trump seperti Nicolas Maduro

Dalam unggahan terpisah, akun tersebut mengatakan bahwa respons pihak berwenang adalah memutus akses internet, menggunakan kekerasan terhadap masyarakat, dan menyalahkan "penghasut asing" atas kerusuhan tersebut. Realitasnya kini sudah jelas, tambahnya, seraya mengatakan bahwa Republik Islam telah jatuh ke dalam masalah serius.

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan negara stabil meskipun ada sanksi dan tekanan perang

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kondisi di negara itu tetap stabil meskipun ada sanksi dan kelemahan ekonomi.

“Situasi di Iran secara keseluruhan baik, meskipun ada masalah karena sanksi dan kekurangan ekonomi,” kata Araghchi dalam pernyataan yang disiarkan oleh Al-Manar pada hari Jumat.

Amerika Serikat dan Israel, katanya, selama perang 12 hari berusaha untuk meniru di Iran apa yang ia gambarkan sebagai pendekatan mereka di Venezuela tetapi gagal melakukannya.

Selain itu, Menteri Luar Negeri dari Australia, Kanada, dan Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Sabtu yang memuji para demonstran Iran dan mengutuk tindakan pihak berwenang.

“Kami memuji keberanian rakyat Iran yang membela martabat dan hak fundamental mereka untuk melakukan protes damai,” kata para menteri. Mereka juga mengutuk pembunuhan para demonstran, kekerasan, penangkapan sewenang-wenang, dan intimidasi oleh pihak berwenang terhadap warga sipil.

Pernyataan tersebut mendesak Iran untuk segera mengakhiri penggunaan kekuatan mematikan oleh badan-badan keamanannya, termasuk Korps Garda Revolusi Islam dan Basij. Pihak berwenang Iran, tambahnya, bertanggung jawab untuk melindungi kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai tanpa takut akan pembalasan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Sinopsis Don’t Mess...
Sinopsis Don’t Mess with the Blind Heiress di V+Short, Kisah Sang Pewaris Buta
IHSG Berakhir Jatuh...
IHSG Berakhir Jatuh Makin Dalam Sentuh 5.820, Transaksi Cetak Rp8,7 Triliun
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved