Trump Tegaskan Tidak Butuh Hukum Internasional

Sabtu, 10 Januari 2026 - 08:55 WIB
loading...
Trump Tegaskan Tidak...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia tidak perlu mengikuti hukum internasional dan hanya dipandu oleh apa yang dia sebut sebagai moralitasnya sendiri.

Pernyataan ini muncul setelah penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan komando Amerika pada Sabtu lalu.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump dan beberapa pejabat dari pemerintahannya juga telah mengulangi bahwa AS akan mengambil alih wilayah otonom Denmark, Greenland, dengan cara apa pun.



Dalam wawancara dengan The New York Times pada hari Rabu, presiden AS menjelaskan dia tidak akan dibatasi dalam menjalankan kekuasaannya sebagai panglima tertinggi. “Moralitas saya sendiri. Pikiran saya sendiri. Itu satu-satunya hal yang dapat menghentikan saya,” ujar Trump.

“Saya tidak membutuhkan hukum internasional,” katanya.

Ketika didesak lebih lanjut tentang apakah dia benar-benar berpikir bahwa Washington tidak perlu mematuhi norma-norma global, Trump tampaknya sedikit melunakkan pendiriannya.

Namun, politisi Republik itu buru-buru menambahkan, “Itu tergantung pada definisi hukum internasional Anda,” yang menunjukkan keputusan akhir tentang penerapannya di AS sepenuhnya berada di tangannya.

Pada hari Kamis, Trump menandatangani memorandum yang menangguhkan dukungan untuk total 66 organisasi, badan, dan komisi internasional, termasuk beberapa badan PBB, “yang beroperasi bertentangan dengan kepentingan nasional, keamanan, kemakmuran ekonomi, atau kedaulatan AS.”

Dalam wawancaranya dengan Times, presiden AS itu kembali menegaskan pendiriannya bahwa Greenland harus berada di bawah kendali Washington.

Berbicara kepada CNN pada hari Senin, wakil kepala staf kebijakan Trump, Stephen Miller, mengulangi bahwa “posisi resmi” Washington adalah “AS harus memiliki Greenland sebagai bagian dari keseluruhan aparat keamanan.”

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan dia percaya “presiden AS harus dianggap serius ketika dia mengatakan dia menginginkan Greenland.”

Dia memperingatkan, “Jika AS menyerang negara NATO lain secara militer, semuanya akan berhenti – termasuk NATO itu sendiri.”

Awal pekan ini, sekelompok pemimpin Uni Eropa ditambah Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yang disusun dengan cermat untuk membela status Greenland sebagai bagian dari Kerajaan Denmark.

Baca juga: Trump Tegaskan AS akan Kendalikan 55% Minyak Dunia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
Jeda Hidrasi Piala Dunia...
Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved