Trump Tegaskan AS akan Kendalikan 55% Minyak Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 - 06:49 WIB
loading...
Trump Tegaskan AS akan...
Pompa minyak di Venezuela. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) akan mengendalikan lebih dari setengah produksi minyak dunia jika perusahaan-perusahaan Amerika mendapatkan kembali akses ke industri perminyakan Venezuela.

Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, menasionalisasi aset perusahaan-perusahaan AS pada tahun 2000-an selama masa kepresidenan Hugo Chavez yang berhaluan kiri.



Trump menyebut nasionalisasi yang "tidak adil" itu sebagai salah satu alasan dia mengirim pasukan komando pekan lalu untuk menculik penerus Chavez, Presiden Nicolas Maduro, dari kompleks kediamannya di Caracas.

“Kita akan bekerja sama dengan Venezuela,” kata Trump pada hari Jumat selama pertemuan dengan para eksekutif dari perusahaan minyak raksasa ExxonMobil, Chevron, dan ConocoPhillips di Gedung Putih.

“Perusahaan-perusahaan Amerika akan memiliki kesempatan membangun kembali infrastruktur energi Venezuela dan pada akhirnya meningkatkan produksi minyak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika kita menggabungkan Venezuela dan Amerika Serikat, kita memiliki 55% minyak di dunia,” tambahnya.

Setelah pertemuan tersebut, Trump mengumumkan perusahaan-perusahaan AS akan menginvestasikan setidaknya USD100 miliar dalam produksi minyak Venezuela.

Namun, CEO Exxon, Darren Woods, mengatakan Venezuela "tidak layak investasi" tanpa perombakan peraturan dan restrukturisasi sektor energinya.

Meskipun pemerintah Venezuela belum mengkonfirmasi pemberian akses kepada perusahaan-perusahaan Amerika, Delcy Rodriguez, sekutu dekat Maduro yang dilantik sebagai presiden sementara selama ketidakhadirannya, mengatakan awal pekan ini bahwa Caracas terbuka untuk proyek-proyek energi dengan semua pihak, termasuk AS.

Para pejabat Venezuela mengecam apa yang mereka sebut sebagai rencana Trump untuk menjarah sumber daya negara dan mengutuk penculikan Maduro sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan.

Maduro mengaku tidak bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata ketika ia dibawa ke hadapan hakim AS pada hari Senin.

Baca juga: Iran Mencekam! Internet Mati Total di Seluruh Negeri Seiring Unjuk Rasa Meluas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved