AS Akan Beli Greenland, Setiap Warganya Diimingi Rp1,6 Miliar
Jum'at, 09 Januari 2026 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Ketika dimintai komentar tentang diskusi untuk membeli pulau tersebut, termasuk kemungkinan pembayaran langsung kepada penduduk Greenland, Gedung Putih merujuk Reuters pada pernyataan sekretaris pers Karoline Leavitt dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Selama konferensi pers, Leavitt mengakui bahwa Trump dan para pembantu keamanan nasionalnya sedang mempertimbangkan seperti apa potensi pembelian itu nantinya. Rubio mengatakan dia akan bertemu dengan rekan sejawatnya dari Denmark minggu depan di Washington untuk membahas Greenland.
Kedutaan Denmark menolak berkomentar, dan kantor perwakilan Greenland di Washington tidak menanggapi permintaan komentar.
Trump telah lama berpendapat bahwa AS perlu mengakuisisi Greenland karena beberapa alasan, termasuk karena kaya akan mineral yang dibutuhkan untuk aplikasi militer canggih. Dia juga mengatakan bahwa Belahan Barat secara luas perlu berada di bawah pengaruh geopolitik Washington.
Meskipun musyawarah internal mengenai cara merebut Greenland telah terjadi di antara para pembantu Trump sejak sebelum dia menjabat setahun yang lalu, telah terjadi pembaruan diskusi mengenai hal ini. Menurut sumber yang mengetahui pembahasan internal, Presiden Trump mendesak agar pemerintahnya menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi penangkapan yang berani pada akhir pekan lalu.
Salah satu sumber mengatakan para ajudan Gedung Putih sangat ingin melanjutkan momentum dari operasi Maduro untuk mencapai tujuan geopolitik Trump lainnya yang telah lama diidam-idamkan.
"Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya," kata Trump kepada wartawan di Air Force One pada hari Minggu. "Ini sangat strategis."
Salah satu sumber yang mengetahui pembahasan Gedung Putih mengatakan diskusi internal mengenai pembayaran sekaligus bukanlah hal baru. Namun, kata sumber itu, diskusi tersebut menjadi lebih serius dalam beberapa hari terakhir, dan para ajudan mempertimbangkan nilai yang lebih tinggi, dengan pembayaran USD100.000 per orang, yang akan menghasilkan total pembayaran hampir USD6 miliar, sebagai kemungkinan nyata.
Selama konferensi pers, Leavitt mengakui bahwa Trump dan para pembantu keamanan nasionalnya sedang mempertimbangkan seperti apa potensi pembelian itu nantinya. Rubio mengatakan dia akan bertemu dengan rekan sejawatnya dari Denmark minggu depan di Washington untuk membahas Greenland.
Kedutaan Denmark menolak berkomentar, dan kantor perwakilan Greenland di Washington tidak menanggapi permintaan komentar.
Diskusi Greenland Semakin Serius
Trump telah lama berpendapat bahwa AS perlu mengakuisisi Greenland karena beberapa alasan, termasuk karena kaya akan mineral yang dibutuhkan untuk aplikasi militer canggih. Dia juga mengatakan bahwa Belahan Barat secara luas perlu berada di bawah pengaruh geopolitik Washington.
Meskipun musyawarah internal mengenai cara merebut Greenland telah terjadi di antara para pembantu Trump sejak sebelum dia menjabat setahun yang lalu, telah terjadi pembaruan diskusi mengenai hal ini. Menurut sumber yang mengetahui pembahasan internal, Presiden Trump mendesak agar pemerintahnya menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi penangkapan yang berani pada akhir pekan lalu.
Salah satu sumber mengatakan para ajudan Gedung Putih sangat ingin melanjutkan momentum dari operasi Maduro untuk mencapai tujuan geopolitik Trump lainnya yang telah lama diidam-idamkan.
"Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya," kata Trump kepada wartawan di Air Force One pada hari Minggu. "Ini sangat strategis."
Salah satu sumber yang mengetahui pembahasan Gedung Putih mengatakan diskusi internal mengenai pembayaran sekaligus bukanlah hal baru. Namun, kata sumber itu, diskusi tersebut menjadi lebih serius dalam beberapa hari terakhir, dan para ajudan mempertimbangkan nilai yang lebih tinggi, dengan pembayaran USD100.000 per orang, yang akan menghasilkan total pembayaran hampir USD6 miliar, sebagai kemungkinan nyata.
Lihat Juga :