Zelensky Minta AS Culik Kadyrov seperti Maduro, Kadyrov: Kalau Berani, Lakukan Sendiri!

Kamis, 08 Januari 2026 - 08:17 WIB
loading...
Zelensky Minta AS Culik...
Pemimpin Chechnya Rusia Ramzan Kadyrov. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky minta AS menculik Kadyrov seperti yang telah dilakukan pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/Kremlin.ru
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Amerika Serikat (AS) untuk menculik pemimpin Muslim Chechnya Rusia, Ramzan Kadyrov, seperti yang telah dilakukan pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Menurut Zelensky, seruannya itu akan mengirimkan pesan kuat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, sekutu utama Kadyrov.

Zelensky menyampaikan permintaan tersebut pada hari Rabu. Dia juga meminta negara-negara Barat pendukung Ukraina untuk memberikan lebih banyak tekanan pada Rusia dan berpendapat bahwa hal itu akan membantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Pasukan Khusus AS Rampas Kapal Tanker Minyak Rusia, Moskow Marah

Dia berpendapat bahwa dengan AS menculik Kadyrov, itu akan mempercepat proses negosiasi damai Rusia-Ukraina.

Pemimpin Ukraina itu memuji aksi pasukan khusus Delta Force Angkatan Darat AS yang menculik Maduro dalam operasi militer singkat di Caracas, Venezuela, pada Sabtu pekan lalu.

“Seluruh dunia dapat melihat hasilnya. Mereka melakukannya dengan cepat. Baiklah, biarkan mereka melakukan semacam operasi terhadap Kadyrov. Mungkin kemudian Putin akan melihat ini dan memikirkannya,” kata Zelensky.

Kadyrov dengan cepat membalas, menuduh Zelensky mencoba mengganggu proses negosiasi daripada memperlancarnya, sambil mendesaknya untuk berani dan mengambil tindakan sendiri daripada bersembunyi di balik punggung Amerika.

“Si badut itu menyarankan agar otoritas AS menculik saya. Ingat, dia bahkan tidak mengancam untuk melakukannya sendiri, seperti yang akan dilakukan seorang pria," kata Kadyrov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (8/1/2026).

"Dia bahkan tidak mencoba untuk memikirkan hal itu. [Zelensky] dengan pengecut mengisyaratkan bahwa dia tidak keberatan berdiri di samping dan menonton dari jarak aman,” lanjut Kadyrov melalui saluran Telegram-nya.

Sekadar diketahui, AS melancarkan serangan mendadak ke Venezuela pada akhir pekan, mengebom ibu kota Caracas dan pasukan khususnya menangkap Maduro dan istrinya; Cilia Flores. Pasangan itu kemudian dipindahkan ke New York untuk menghadapi berbagai tuduhan kriminal, termasuk perdagangan narkoba. Maduro dengan keras membantah semua tuduhan tersebut, menggambarkan dirinya sebagai tawanan perang.

Presiden AS Donald Trump kemudian secara terbuka menyatakan bahwa Washington akan mengelola Venezuela hingga transisi yang tertib berjalan, sambil mengancam presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, dengan tindakan yang lebih tragis daripada yang dialami Maduro jika dia menolak tuntutan Washington.

AS telah berjanji untuk mengambil alih ekspor minyak Venezuela, dengan Trump mengeklaim bahwa otoritas sementara negara itu akan menyerahkan 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang disetujui kepada Washington.

Sementara itu, Rodriguez telah bersumpah bahwa negaranya tidak akan pernah kembali menjadi koloni kekaisaran lain. Dia juga mengisyaratkan keterbukaan untuk kerja sama dengan Washington.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
21 Titik Kantong Parkir...
21 Titik Kantong Parkir Disiapkan untuk Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta, Ini Lokasinya
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved