Siapa Bella 1? Kapal Tanker Rusia Beroperasi dalam Armada Bayangan

Kamis, 08 Januari 2026 - 02:25 WIB
loading...
Siapa Bella 1? Kapal...
Kapal Tanker Bella 2 dikenal beroperasi dalam armada bayangan. Foto/X
A A A
WASHINGTON - AS telah memulai operasi untuk menyita kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela setelah melacaknya melintasi Atlantik. Itu diungkapkan sebuah sumber yang mengetahui operasi tersebut mengatakan kepada CNN pada hari Rabu.

Awalnya bernama Bella 1, kapal tanker tersebut dikenai sanksi oleh AS pada tahun 2024 karena beroperasi dalam "armada bayangan" kapal tanker yang mengangkut minyak ilegal.

Siapa Bella 1? Kapal Tanker Rusia Beroperasi dalam Armada Bayangan

1. Diincar AS

Berita tentang operasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Reuters, yang mengutip dua sumber yang mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan oleh Penjaga Pantai dan militer AS.

Penjaga Pantai AS mencoba menyita kapal tanker tersebut bulan lalu ketika berada di dekat Venezuela, tetapi pasukan AS tidak dapat menaikinya setelah kapal tersebut berbalik dan melarikan diri.

AS terus mengejar kapal tersebut saat menuju timur laut, dan pesawat pengintai P-8 AS dikerahkan dari RAF Mildenhall di Suffolk, Inggris, untuk mengawasi kapal tanker tersebut selama beberapa hari sebelum penyitaannya saat menuju utara dan melewati pantai Inggris, menurut data penerbangan sumber terbuka.

Baca Juga: Maduro Tumbang dan Kerusuhan di 88 Kota, Rezim Khamenei Ketar-ketir

2. Berlayar dalam Perlindungan Militer Rusia

Pada suatu saat saat dikejar, awak kapal tanker tersebut melukis bendera Rusia di lambungnya, mengklaim bahwa mereka berlayar di bawah perlindungan Rusia.

Tak lama kemudian, kapal tersebut muncul dalam daftar kapal resmi Rusia dengan nama baru — Marinera. Rusia mengajukan permintaan diplomatik resmi bulan lalu yang menuntut agar AS menghentikan pengejaran kapal tersebut.

Dengan mengklaim status Rusia, legalitas penyitaan kapal tanker tersebut bisa menjadi lebih rumit, tetapi dua sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa pemerintahan Trump belum mengakui status tersebut dan menganggap kapal tersebut tidak memiliki kewarganegaraan.

3. AS Kerahkan Pasukan Khusus

AS memindahkan aset militer ke Inggris sebelum menyita kapal tanker tersebut, seperti yang dilaporkan CNN.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Tantri Kotak Siap Tempuh...
Tantri Kotak Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Ditipu Miliaran Rupiah
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Berita Terkini
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved