Kasus Virus Corona Tembus 5 Juta, India Krisis Tabung Oksigen

Rabu, 16 September 2020 - 14:44 WIB
loading...
Kasus Virus Corona Tembus...
Sejumlah rumah sakit di India kesulitan mendapatkan tabung gas saat kasus infeksi virus Corona tembus 5 juta lebih di negara itu. Foto/Reuters
A A A
NEW DELHI - Infeksi virus Corona di India melonjak melampaui angka 5 juta pada Rabu (16/9/2020). Peningkatan ini menambah tekanan pada rumah sakit yang bergulat dengan pasokan oksigen yang mereka butuhkan untuk merawat puluhan ribu pasien kritis.

Di sejumlah negara bagia besar macam Maharashtra, Gujarat, dan Uttar Pradesh, dokter dan pejabat setempat mengatakan permintaan oksigen meningkat lebih dari tiga kali lipat. Kondisi ini mendorong seruan mendesak untuk bantuan di wilayah yang juga termasuk paling parah terkena dampak pandemi.

“Pasien yang putus asa telah menelepon saya sepanjang malam, tetapi saya tidak tahu kapan saya akan mendapatkan persediaan,” Rishikhesh Patil, pemasok oksigen di kota barat Nashik, seperti dilansir dari Reuters.(Baca juga: Virus Corona Terdeteksi, China Lockdown Kota di Perbatasan Myanmar )

Kementerian kesehatan India melaporkan 90.123 kasus infeksi baru terjadi pada hari ini, sehingga total kasus Covid-19 di negara Asia selatan itu menjadi 5,02 juta.

Sedangkan korban tewas akibat Covid-19 sekarang mencapai 82.066, dengan 1.290 kematian tercatat dalam 24 jam sebelumnya.

India memiliki epidemi virus Corona baru yang tumbuh paling cepat di dunia dan menambahkan jutaan kasus infeksi terakhirnya hanya dalam 12 hari. India negara kedua di dunia yang memiliki lebih dari 5 juta kasus, setelah Amerika Serikat (AS).

Pejabat kementerian kesehatan Rajesh Bhushan mengatakan setidaknya 6% dari hampir 1 juta kasus aktif di India membutuhkan dukungan oksigen. Persediaan mencukupi tetapi pemerintah negara bagian harus memantau penggunaan dan memberikan isyarat kekurangan.

“Masalahnya terjadi ketika di tingkat fasilitas, jika tidak ada manajemen inventaris. Setiap negara bagian harus memastikan ini,” ujar Bhushan.

Di Ibu Kota negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh, total kebutuhan tabung oksigen mencapai 5.000 silinder dibandingkan dengan 1.000 silinder pada waktu normal, kata seorang pejabat pemerintah.

Negara bagian Maharashtra yang terkena dampak paling parah telah memutuskan untuk mengurangi pasokan ke negara-negara tetangga untuk memenuhi permintaannya yang terus meningkat, kata seorang pejabat pemerintah negara bagian.(Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Israel Terapkan Lockdown )

Kendaraan yang membawa oksigen akan langsung melaju dan dapat menggunakan sirene untuk memastikan mereka mencapai rumah sakit lebih cepat.

Ravindra Khade Patil, seorang dokter yang mengelola dua rumah sakit swasta di pinggiran Mumbai, berbicara tentang tekanan yang dia hadapi untuk memastikan dirinya dapat memasok oksigen kepada pasiennya.

Dua hari lalu, pemasok oksigen ke rumah sakitnya tidak muncul pada waktu biasanya.

Patil menelepon pemasok dan kemudian ke rumah sakit dan anggota parlemen terdekat, mengetahui bahwa jika oksigen tidak tiba tepat waktu, akan terlambat bagi beberapa pasiennya yang paling kritis.

Akhirnya, lewat tengah malam, berkat tekanan dari seorang pejabat pemerintah, tangki oksigen tiba.

“Jika mereka datang terlambat bahkan beberapa jam, kami bisa kehilangan lima atau enam pasien. Setiap hari, kami khawatir apakah kami dapat memenuhi kebutuhan kami, apakah oksigen akan tiba atau tidak,” kata Patil kepada Reuters.(Baca juga: UEA Umumkan Persetujuan Darurat Penggunaan Vaksin Covid-19 )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Partai Kecoa Viral di...
Partai Kecoa Viral di India, 350.000 Orang Sudah Mendaftar, Syarat Anggota: Pengangguran dan Malas
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Dahsyatnya Gempa M7,8...
Dahsyatnya Gempa M7,8 di Filipina, Dasar Laut Terangkat 2 Meter Terumbu Karang Menyembul
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Belgia Ditahan Imbang Mesir di Piala Dunia 2026
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Berita Terkini
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved