AS Tetap Ngotot Opsi Militer Jadi Pilihan Terbaik untuk Mencaplok Greenland

Rabu, 07 Januari 2026 - 16:15 WIB
loading...
A A A
Frederiksen mengatakan pada hari Senin bahwa jika AS memutuskan untuk menyerang negara NATO lainnya, maka "semuanya akan berhenti," merujuk pada NATO itu sendiri dan keamanan yang diberikannya.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen, pada Senin malam: “Kami tidak berada dalam situasi di mana kami berpikir bahwa mungkin akan ada pengambilalihan negara dalam semalam dan itulah mengapa kami bersikeras bahwa kami menginginkan kerja sama yang baik.”

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, pada hari Senin: “Izinkan saya menjelaskan dengan sangat jelas posisi Inggris. Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark, mitra Eropa kami yang dekat dan sekutu NATO yang telah lama. Dan semua negara kami bekerja sama erat dalam masalah keamanan dan akan selalu demikian. Masa depan Greenland adalah urusan warga Greenland dan Denmark, dan bukan orang lain.”

Trump, di atas Air Force One pada hari Minggu: “Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional dan Uni Eropa membutuhkan kita untuk memilikinya dan mereka tahu itu.”

Senator Ruben Gallego, seorang Demokrat dari Arizona, telah mengajukan amandemen untuk memblokir aksi militer AS di Greenland. Sementara itu, masih belum jelas apakah meningkatnya kekhawatiran dari para pemimpin asing akan memengaruhi
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved