AS Tetap Ngotot Opsi Militer Jadi Pilihan Terbaik untuk Mencaplok Greenland
Rabu, 07 Januari 2026 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan dari Gedung Putih tampaknya bertentangan dengan komentar Menteri Luar Negeri Marco Rubio selama pengarahan tertutup dengan anggota parlemen pada hari Senin, menurut The Wall Street Journal, bahwa pemerintahan Trump berupaya membeli Greenland daripada menginvasinya. Pembelian wilayah Denmark tersebut merupakan upaya yang diutarakan oleh Trump selama masa jabatan pertamanya.
Baca Juga: Perbandingan Militer Kolombia dengan AS jika Perang, Bak Bumi dan Langit
Sebelumnya pada hari Selasa, para pemimpin Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris bergabung dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dalam pernyataan bersama yang menolak pengambilalihan oleh AS dan menegaskan kedaulatan pulau tersebut.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga memberikan dukungannya kepada Greenland, mengumumkan kunjungan ke negara tetangga tersebut awal bulan depan.
Gedung Putih bersikeras bahwa mengelola Greenland akan demi kepentingan keamanan nasional AS, dengan Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ancaman dari China dan Rusia adalah bagian dari alasan tersebut. Wakil Kepala Staf Stephen Miller meragukan klaim Denmark atas tanah tersebut dalam sebuah wawancara pada hari Senin.
Trump tampaknya ingin menunda isu Greenland ketika berbicara di Air Force One pada akhir pekan, dengan mengatakan "mari kita bicarakan Greenland dalam 20 hari," tetapi pernyataan Gedung Putih pada hari Selasa memperjelas bahwa isu tersebut tidak jauh dari pikiran presiden atau para pejabat tingginya.
Baca Juga: Perbandingan Militer Kolombia dengan AS jika Perang, Bak Bumi dan Langit
Sebelumnya pada hari Selasa, para pemimpin Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris bergabung dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dalam pernyataan bersama yang menolak pengambilalihan oleh AS dan menegaskan kedaulatan pulau tersebut.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga memberikan dukungannya kepada Greenland, mengumumkan kunjungan ke negara tetangga tersebut awal bulan depan.
Gedung Putih bersikeras bahwa mengelola Greenland akan demi kepentingan keamanan nasional AS, dengan Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ancaman dari China dan Rusia adalah bagian dari alasan tersebut. Wakil Kepala Staf Stephen Miller meragukan klaim Denmark atas tanah tersebut dalam sebuah wawancara pada hari Senin.
Trump tampaknya ingin menunda isu Greenland ketika berbicara di Air Force One pada akhir pekan, dengan mengatakan "mari kita bicarakan Greenland dalam 20 hari," tetapi pernyataan Gedung Putih pada hari Selasa memperjelas bahwa isu tersebut tidak jauh dari pikiran presiden atau para pejabat tingginya.
Lihat Juga :