Radar Militer Buatan China Gagal Lindungi Venezuela saat Diserang AS

Rabu, 07 Januari 2026 - 15:03 WIB
loading...
Radar Militer Buatan...
Radar buatan China gagal lindungi Venezuela dari diserang AS. Foto/X/@BowesChay
A A A
CARACAS - Serangan AS di ibu kota Venezuela pada Sabtu lalu, yang mengakibatkan penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, menunjukkan bahwa AS mempertahankan keunggulan teknologi atas perangkat keras yang diperoleh dari sekutunya, China.

Serangan di Caracas dapat menjadi pukulan telak bagi reputasi Beijing, karena radar anti-siluman bergerak JY-27A yang dijual ke Venezuela, dan diklaim mampu mendeteksi pesawat siluman generasi kelima seperti F-22 dan F-35 AS dari jarak lebih dari 150 mil, diduga gagal memberikan peringatan dini pada saat kritis.

Pasukan AS membom infrastruktur di beberapa tempat di sekitar Venezuela utara, yang menurut pejabat Venezuela menewaskan lebih dari 80 orang, termasuk warga sipil. Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diterbangkan ke New York City di mana mereka menghadapi tuduhan terkait "narkoterorisme." Para kritikus mengatakan operasi tersebut melanggar hukum internasional dan mungkin juga hukum AS, dengan menunjukkan bahwa operasi tersebut diluncurkan tanpa pemberitahuan atau persetujuan kongres sebelumnya.

Para ahli mengatakan serangan dini pagi itu tidak hanya menyoroti kekuatan kemampuan intelijen AS di Caracas, tetapi juga keterbatasan, atau setidaknya efektivitas operasional, radar Tiongkok yang ditempatkan di Venezuela, yang pernah dianggap sebagai salah satu jaringan pertahanan udara paling mumpuni di Amerika Selatan. Tiongkok berupaya meningkatkan profilnya sebagai sumber utama senjata internasional.

Newsweek menghubungi Kementerian Luar Negeri China dan Pentagon melalui permintaan komentar melalui email.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Kecelakaan Maut Minibus...
Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved