Harga Minyak Goreng Naik 3 Kali Lipat, Pemerintah Iran Tak Bisa Atasi Krisis Ekonomi

Rabu, 07 Januari 2026 - 08:45 WIB
loading...
Harga Minyak Goreng...
Krisis ekonomi membuat harga minyak goreng naik tiga kali lipat. Foto/iranwire.com
A A A
TEHERAN - Iran terus memiliki salah satu tingkat inflasi tertinggi di dunia, terutama dalam hal kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok yang merajalela. Situasi ini terjadi seiring unjuk rasa yang meningkat di negara itu.

Pemerintah Presiden moderat Masoud Pezeshkian mengatakan sedang menerapkan rencana memastikan situasi ekonomi terkendali, tetapi penurunan yang cepat terus terjadi.

Mata uang negara yang sedang terpuruk, rial, dihargai lebih dari 1,47 juta terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar terbuka di Teheran pada hari Selasa, menandai rekor terendah baru sepanjang masa yang menunjukkan kurangnya kepercayaan publik dan investor.

Harga minyak goreng mengalami lonjakan harga paling tajam minggu ini, lebih dari tiga kali lipat dan semakin sulit dijangkau oleh kelas menengah Iran yang telah hancur, yang daya belinya telah menyusut sejak 2018, ketika AS secara sepihak meninggalkan kesepakatan nuklir 2015 dan memberlakukan kembali sanksi keras.

Perkembangan ini terjadi setelah Pezeshkian menyampaikan anggaran untuk tahun kalender Iran mendatang, yang dimulai pada akhir Maret, yang menghapus nilai tukar mata uang bersubsidi yang digunakan untuk impor tertentu, termasuk bahan makanan.

Beberapa ekonom menyambut baik alasan di balik langkah tersebut, yaitu untuk menghilangkan nilai tukar mata uang bersubsidi yang mendistribusikan rente sebagai upaya memerangi korupsi, terutama karena mata uang yang lebih murah tersebut hanya disalahgunakan dan gagal menekan harga pangan.

Langkah ini diperkirakan akan menyebabkan kenaikan harga dalam jangka pendek dan menghadapi penolakan dari kelompok kepentingan di dalam pemerintahan yang telah diuntungkan dari mata uang murah selama bertahun-tahun.

Namun, lonjakan harga minyak sangat tiba-tiba, mendorong pemerintah mengumumkan harga resmi sendiri, meskipun masih harus dilihat apakah pasar akan mendengarkan.

Dengan menggunakan sumber daya yang akan dibebaskan dari penghapusan mata uang bersubsidi yang lebih murah, pemerintah telah menawarkan mengalokasikan kredit online, masing-masing sebesar 10 juta rial (USD7 dengan nilai tukar saat ini), untuk membantu masyarakat membeli makanan.

Dua penyanyi terkenal, Homayoun Shajarian dan Alireza Ghorbani, bergabung dengan banyak orang dan selebriti online yang mengatakan mereka akan menghentikan aktivitas profesional mereka, termasuk konser yang dijadwalkan, sebagai bentuk penghormatan dan dukungan terhadap protes tersebut.

“Bagaimana mungkin para pejabat kita bisa berbaring dan tidur? Mungkin banyak dari mereka bahkan bukan orang Iran, karena mereka tidak merasa simpati terhadap bangsa Iran," tanya Ali Daei, legenda sepak bola Iran dan tokoh nasional yang dihormati di kalangan masyarakat, dalam wawancara video yang dirilis pada hari Selasa dan menjadi viral.

Baca juga: Takut Dicaplok Trump, Denmark Perkuat Militer di Greenland
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
Profil Orlando Gill,...
Profil Orlando Gill, Pahlawan Paraguay yang Kubur Ambisi Jerman di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
3 Alasan Iron Dome Israel...
3 Alasan Iron Dome Israel Tak Mampu Bendung Serangan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved