Tembakan Hebat Guncang Luar Istana Presiden Venezuela di Caracas, Ada Apa?
Selasa, 06 Januari 2026 - 09:11 WIB
loading...
Rentetan tembakan hebat guncang luar istana presiden Venezuela di Caracas. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Nicolas Maduro diculik pasukan khusus AS. Foto/BNO News
A
A
A
CARACAS - Rentetan tembakan hebat dilepaskan di luar Istana Presiden Miraflores di Caracas, Venezuela pada hari Senin waktu setempat atau Selasa (6/1/2026) WIB. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Nicolas Maduro diculik pasukan khusus Amerika Serikat (AS) dalam operasi militer singkat.
Video yang diunggah di media sosial menunjukkan para tentara bersenjata dan kendaraan lapis baja siaga di luar gedung-gedung pemerintah di Caracas.
Ada juga laporan tentang ledakan dan pengaktifan sistem pertahanan udara. AFP, mengutip sumbernya di Venezuela, melaporkan "situasi sudah terkendali."
Baca Juga: Orang-orang Pro-Rusia Iri Lihat Operasi Militer Kilat AS di Venezuela
Sumber AFP menambahkan bahwa pasukan keamanan melepaskan tembakan sebagai respons terhadap drone tak dikenal yang terbang di atas Miraflores.
Pasukan dimobilisasi setelah komando AS menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu dini hari pekan lalu dan membawa mereka ke New York, di mana keduanya didakwa atas tuduhan perdagangan narkoba.
Sekutu dekat Maduro, Wakil Presiden Delcy Rodriguez, diangkat sebagai presiden sementara. Dia telah mengutuk operasi AS sebagai "serangan imperialis".
Maduro membantah semua tuduhan ketika dia dibawa ke hadapan hakim AS pada hari Senin, dan menyebut dirinya sebagai "tawanan perang".
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil mengatakan AS telah melancarkan "perang kolonial" untuk menjarah sumber daya alam Venezuela. "Hari ini, Venezuela. Besok, bisa jadi negara lain," katanya.
Rusia dan China juga mengutuk serangan AS tersebut, di mana Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyebutnya sebagai "banditisme internasional".
Video yang diunggah di media sosial menunjukkan para tentara bersenjata dan kendaraan lapis baja siaga di luar gedung-gedung pemerintah di Caracas.
Ada juga laporan tentang ledakan dan pengaktifan sistem pertahanan udara. AFP, mengutip sumbernya di Venezuela, melaporkan "situasi sudah terkendali."
Baca Juga: Orang-orang Pro-Rusia Iri Lihat Operasi Militer Kilat AS di Venezuela
Sumber AFP menambahkan bahwa pasukan keamanan melepaskan tembakan sebagai respons terhadap drone tak dikenal yang terbang di atas Miraflores.
Pasukan dimobilisasi setelah komando AS menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu dini hari pekan lalu dan membawa mereka ke New York, di mana keduanya didakwa atas tuduhan perdagangan narkoba.
Sekutu dekat Maduro, Wakil Presiden Delcy Rodriguez, diangkat sebagai presiden sementara. Dia telah mengutuk operasi AS sebagai "serangan imperialis".
Maduro membantah semua tuduhan ketika dia dibawa ke hadapan hakim AS pada hari Senin, dan menyebut dirinya sebagai "tawanan perang".
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil mengatakan AS telah melancarkan "perang kolonial" untuk menjarah sumber daya alam Venezuela. "Hari ini, Venezuela. Besok, bisa jadi negara lain," katanya.
Rusia dan China juga mengutuk serangan AS tersebut, di mana Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyebutnya sebagai "banditisme internasional".
(mas)
Lihat Juga :