Presiden Kolombia: Demi Tanah Air, Saya Angkat Senjata Lagi untuk Melawan AS!
Selasa, 06 Januari 2026 - 08:47 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum terpilih sebagai presiden sayap kiri pertama Kolombia pada tahun 2022, Petro adalah bagian dari kelompok gerilya komunis M-19. Kelompok itu setuju untuk meletakkan senjata dan bergabung dengan politik arus utama Kolombia pada akhir tahun 1980-an.
Menurut Petro, dia telah menindak perdagangan kokain di negara itu selama masa jabatannya.
“Saya menghentikan pertumbuhan tanaman daun koka dan memulai rencana penggantian tanaman sukarela yang besar oleh petani penanam koka,” katanya, dengan alasan bahwa serangan udaranya terhadap kartel lokal membutuhkan ketelitian yang tepat untuk menghindari pembunuhan anak-anak dan petani, agar tidak menambah jumlah kelompok pemberontak Kolombia.
Setelah tuduhan perdagangan narkoba oleh Trump dan ancaman intervensi militer, Petro mengatakan dia menuntut agar setiap perwira militer "yang lebih menyukai bendera AS daripada bendera Kolombia" mengundurkan diri.
Setelah kecaman dari Kolombia dan Kuba atas serangan AS terhadap Venezuela, Trump juga membuat ancaman terselubung terhadap negara-negara Karibia tersebut, dengan mengeklaim bahwa negara-negara itu "siap untuk jatuh."
Menurut Petro, dia telah menindak perdagangan kokain di negara itu selama masa jabatannya.
“Saya menghentikan pertumbuhan tanaman daun koka dan memulai rencana penggantian tanaman sukarela yang besar oleh petani penanam koka,” katanya, dengan alasan bahwa serangan udaranya terhadap kartel lokal membutuhkan ketelitian yang tepat untuk menghindari pembunuhan anak-anak dan petani, agar tidak menambah jumlah kelompok pemberontak Kolombia.
Setelah tuduhan perdagangan narkoba oleh Trump dan ancaman intervensi militer, Petro mengatakan dia menuntut agar setiap perwira militer "yang lebih menyukai bendera AS daripada bendera Kolombia" mengundurkan diri.
Setelah kecaman dari Kolombia dan Kuba atas serangan AS terhadap Venezuela, Trump juga membuat ancaman terselubung terhadap negara-negara Karibia tersebut, dengan mengeklaim bahwa negara-negara itu "siap untuk jatuh."
(mas)
Lihat Juga :