Miliarder Ini Terkejut AS Tangkap Maduro: Apa Hak Amerika Menyerang Negara Berdaulat?

Senin, 05 Januari 2026 - 14:52 WIB
loading...
Miliarder Ini Terkejut...
Miliarder terenal Dubai, Khalaf Al Habtoor, mempertanyakan hak Amerika Serikat menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Foto/Khaleej Times
A A A
DUBAI - Seorang miliarder Dubai mengatakan dia terkejut oleh serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela dan penangkapan presidennya, Nicolas Maduro, pada Sabtu pekan lalu. Dia pun bertanya "Siapa yang memberikan izin Amerika?" dan "Apa hak Amerika untuk menyerang negara berdaulat".

Khalaf Al Habtoor, miliarder yang juga ketua konglomerat Al Habtoor Group yang berbasis di Dubai, heran dengan logika Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan penangkapan Maduro dan kemudian mengambil alih negara Venezuela.

Baca Juga: Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?

"Apa yang terjadi di dunia kita saat ini? Dengan logika apa kita bisa mendengar pernyataan dari Trump yang dengan mudah mengumumkan bahwa 'Kami telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan kami akan memerintah Venezuela sampai pemerintahan transisi dibentuk'. Bagaimana mungkin sebuah negara dengan 30 juta penduduk dikuasai oleh sebuah keputusan dan nasib seluruh rakyat ditentukan dengan begitu mudahnya?" kata miliarder tersebut, sebagaimana dikutip dari Khaleej Times, Senin (5/1/2026).

Pada hari Sabtu, Trump mengumumkan bahwa AS akan mengelola Venezuela setelah penangkapan Maduro dan akan mengambil kembali minyak Venezuela, dengan alasan bahwa minyak tersebut harus digunakan untuk mengganti pengeluaran Washington di masa lalu.

“Saya terkejut! Saya tidak mengerti bagaimana pernyataan ini dapat diucapkan secara terbuka, seolah-olah itu adalah hal yang biasa. Apakah kedaulatan negara telah menjadi hal yang sepele? Apakah sudah dapat diterima jika satu pihak memutuskan siapa yang memerintah, kapan, bagaimana, dan dalam kondisi apa?”, kata Khalaf Al Habtoor di platform media sosial.

“Ini bukan perselisihan politik, atau perselisihan diplomatik. Ini adalah pertanyaan etika dan kemanusiaan sebelum menjadi pertanyaan politik: Siapa yang memberikan hak ini, dan siapa yang membiarkan sebuah negara dijadikan sandera? Bagaimana sikap komunitas internasional dan PBB mengenai apa yang telah terjadi?” paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved