Rezim Maduro di Venezuela Tamat, Jatuh Sudah Minyak Terbesar di Dunia ke Tangan AS
Minggu, 04 Januari 2026 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
“Kita akan menjalankan negara ini sampai saatnya kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump, yang berbicara dari resor Mar-a-Lago miliknya.
“Kita sudah sampai di sana sekarang...kita akan tetap di sini sampai saatnya transisi yang tepat dapat dilakukan," katanya lagi.
Soal minyak, Trump mengakui akan mengelola kekayaan Venezuela yang melimpah itu melalui perusahaan AS.
“Kita akan meminta perusahaan minyak AS kita yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini dan kita siap untuk melancarkan serangan kedua dan jauh lebih besar jika perlu. Jadi kita siap untuk melakukan gelombang kedua,” imbuh dia.
Menurut data negara-negara penghasil minyak, Venezuela memang tercatat sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia—303 miliar barel. Disusul oleh Arab Saudi 267 miliar barel, Iran 208 miliar barel, Irak 145 miliar barel, Uni Emirat Arab (UEA) 113 miliar barel, Kuwait 101 miliar barel, Rusia 80 miliar barel, Amerika Serikat 55 miliar barel, Libya 48 miliar barel, dan Nigeria 37 miliar barel.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello Rondon mengatakan kepada pasukan negara itu untuk “mempercayai kepemimpinan". Sedangkan Menteri Luar Negeri Yvan Gil menuduh Washington berusaha untuk mendapatkan kendali atas sumber daya alam negara Amerika Latin tersebut.
Banyak video telah muncul yang menunjukkan serangkaian ledakan hebat di seluruh Caracas. Rekaman yang menunjukkan serangan di dua bagian lain negara itu juga telah dilokalisasi secara geografis. Satu klip menampilkan garis besar beberapa helikopter militer Chinook AS yang terbang rendah di atas kota.
“Kita sudah sampai di sana sekarang...kita akan tetap di sini sampai saatnya transisi yang tepat dapat dilakukan," katanya lagi.
Soal minyak, Trump mengakui akan mengelola kekayaan Venezuela yang melimpah itu melalui perusahaan AS.
“Kita akan meminta perusahaan minyak AS kita yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini dan kita siap untuk melancarkan serangan kedua dan jauh lebih besar jika perlu. Jadi kita siap untuk melakukan gelombang kedua,” imbuh dia.
Menurut data negara-negara penghasil minyak, Venezuela memang tercatat sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia—303 miliar barel. Disusul oleh Arab Saudi 267 miliar barel, Iran 208 miliar barel, Irak 145 miliar barel, Uni Emirat Arab (UEA) 113 miliar barel, Kuwait 101 miliar barel, Rusia 80 miliar barel, Amerika Serikat 55 miliar barel, Libya 48 miliar barel, dan Nigeria 37 miliar barel.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello Rondon mengatakan kepada pasukan negara itu untuk “mempercayai kepemimpinan". Sedangkan Menteri Luar Negeri Yvan Gil menuduh Washington berusaha untuk mendapatkan kendali atas sumber daya alam negara Amerika Latin tersebut.
Banyak video telah muncul yang menunjukkan serangkaian ledakan hebat di seluruh Caracas. Rekaman yang menunjukkan serangan di dua bagian lain negara itu juga telah dilokalisasi secara geografis. Satu klip menampilkan garis besar beberapa helikopter militer Chinook AS yang terbang rendah di atas kota.
Lihat Juga :