Ini Respons Dunia usai AS Mengebom Venezuela dan Culik Maduro, Ada Juga Sikap Indonesia

Minggu, 04 Januari 2026 - 05:54 WIB
loading...
Ini Respons Dunia usai...
Negara-negara di berbagai belahan dunia telah merespons tindakan AS mengebom Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro. Indonesia juga sampaikan sikap. Foto/Screenshot video CBS News
A A A
WASHINGTON - Banyak negara di seluruh dunia telah merespons tindakan Amerika Serikat (AS) yang mengebom Venezuela pada Sabtu pagi dalam operasi militer dramatis. Pasukan khusus Washington, Delta Force, juga menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, di mana sang presiden terguling akan diadili di Amerika.

Dalam sebuah pernyataan di X, Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau mengatakan Venezuela sedang mengalami "fajar baru".

"Sang tiran telah pergi. Dia sekarang—akhirnya—akan menghadapi keadilan atas kejahatannya," kata Landau.

Baca Juga: Trump usai Pasukan Khusus AS Culik Maduro: Kami Akan Menjalankan Negara Venezuela!

Dalam sebuah pernyataan tak lama setelah pengeboman AS, pemerintah Maduro menuduh Washington melakukan agresi militer yang sangat serius.

“Venezuela menolak dan mengecam di hadapan komunitas internasional agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela,” kata pemerintah Venezuela.

Ini Respons Dunia Internasional atas Agresi AS dan Penculikan Maduro

1. Kolombia

“Memperingatkan seluruh dunia bahwa mereka [AS] telah menyerang Venezuela,” tulis Presiden Kolombia Gustavo Petro dalam serangkaian pernyataan yang diposting di platform media sosial X.

“Republik Kolombia menegaskan kembali keyakinannya bahwa perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, dan perlindungan kehidupan dan martabat manusia harus diutamakan daripada segala bentuk konfrontasi bersenjata,” kata Petro.

Dalam unggahan terpisah, dia mengatakan, "Kolombia menolak agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan Amerika Latin."

2. Kuba

Presiden Miguel Diaz-Canel mengeluarkan kecaman keras di media sosial, menuduh Washington melakukan serangan kriminal terhadap Venezuela dan menyerukan respons internasional yang mendesak.

Dalam sebuah unggahan di X, Diaz-Canel mengatakan apa yang disebut "zona perdamaian" Kuba sedang diserang secara brutal, menggambarkan tindakan AS sebagai "terorisme negara" yang ditujukan tidak hanya kepada rakyat Venezuela tetapi juga kepada "Amerika Kita" secara lebih luas.

Dia mengakhiri pernyataan tersebut dengan slogan revolusioner: "Tanah Air atau Kematian, Kita Akan Menang."

Dalam pernyataan yang diposting oleh berbagai kedutaan Kuba di seluruh dunia, Havana mengatakan bahwa mereka mengecam serangan militer AS terhadap Venezuela.

Pernyataan itu juga menuntut reaksi mendesak dari komunitas internasional, menggambarkan serangan itu sebagai “terorisme negara”.

3. Chile

Dalam pernyataan yang diposting di X, Presiden Chili Gabriel Boric Font menyatakan “keprihatinan dan kecaman” pemerintahnya terhadap tindakan militer AS di Venezuela.

“Kami menyerukan untuk mencari solusi damai atas krisis serius yang melanda negara ini,” katanya.

“Chile menegaskan kembali komitmennya terhadap prinsip-prinsip dasar Hukum Internasional, seperti larangan penggunaan kekerasan, non-intervensi, penyelesaian damai sengketa internasional, dan integritas teritorial negara. Krisis Venezuela harus diselesaikan melalui dialog dan dukungan multilateralisme, dan bukan melalui kekerasan atau campur tangan asing," paparnya.

4. Meksiko

Dalam pernyataan di X, Presiden Claudia Sheinbaum mengatakan, “Meksiko mengutuk intervensi militer AS di Venezuela.”

Dia juga menyertakan dalam unggahannya sebuah pasal dalam Piagam PBB yang menyatakan: “Para Anggota Organisasi, dalam hubungan internasional mereka, harus menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun, atau dengan cara lain yang tidak sesuai dengan Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa.”

5. Brasil

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengutuk pengeboman AS dan penangkapan Maduro sebagai tindakan yang melampaui batas yang tidak dapat diterima.

“Menyerang negara-negara, dengan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, adalah langkah pertama menuju dunia yang penuh kekerasan, kekacauan, dan ketidakstabilan, di mana hukum yang terkuat mengalahkan multilateralisme,” tulis Lula di X.

Dia menambahkan bahwa serangan AS mengingatkan pada “momen-momen terburuk campur tangan” dalam politik Amerika Latin, mengancam perdamaian di seluruh wilayah. “Masyarakat internasional, melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, perlu menanggapi episode ini dengan tegas,” katanya.

6. Bolivia

Kementerian Luar Negeri Bolivia mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook bahwa negara tersebut menyatakan dukungan tegas dan segera kepada rakyat Venezuela dalam proses pemulihan demokrasi mereka, penegakan kembali tatanan konstitusional, dan jaminan penuh atas hak asasi manusia.

“Bolivia menegaskan kembali komitmennya terhadap perdamaian, demokrasi, dan koordinasi dengan komunitas internasional untuk bantuan kemanusiaan, perlindungan penduduk sipil, dan dukungan untuk proses rekonstruksi kelembagaan yang kredibel dan berkelanjutan,” katanya.

7. Guyana

“Pasukan Pertahanan Guyana dan pasukan keamanan memantau situasi [di Venezuela] dan warga Guyana harus yakin bahwa pemerintah sedang berupaya untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga negara kita,” kata Presiden Guyana Irfan Ali kepada wartawan setempat, menurut kantor berita independen Guyana, News Room.

“Arsitektur keamanan sepenuhnya aktif,” kata Ali.


8. Trinidad dan Tobago

“Pagi ini, Sabtu 3 Januari 2026, Amerika Serikat memulai operasi militer di wilayah Venezuela. Trinidad dan Tobago bukan peserta dalam operasi militer yang sedang berlangsung ini. Trinidad dan Tobago terus menjaga hubungan damai dengan rakyat Venezuela,” kata Perdana Menteri Kamla Persad-Bissessar dalam sebuah pernyataan.

9. Ekuador

Presiden Ekuador Daniel Noboa Azin menyerukan kepada para pemimpin oposisi Venezuela dan masyarakat untuk “merebut kembali negara Anda”.

“Waktunya telah tiba bagi semua penjahat narco-Chavista. Struktur mereka akhirnya akan runtuh di seluruh benua,” tulisnya di X.

“Kepada Corina Machado, Edmundo Gonzalez, dan rakyat Venezuela: inilah saatnya untuk merebut kembali negara Anda. Anda memiliki sekutu di Ekuador.”

10. Uruguay

Kementerian Luar Negeri Uruguay mengatakan, "Pemerintah mengikuti dengan saksama dan keprihatinan serius peristiwa yang dilaporkan dari Venezuela dalam beberapa jam terakhir, termasuk serangan udara AS terhadap instalasi militer dan infrastruktur sipil Venezuela.”

“Uruguay menolak, seperti yang selalu dilakukannya, intervensi militer oleh satu negara di wilayah negara lain dan menegaskan kembali pentingnya menghormati hukum internasional dan Piagam PBB, khususnya prinsip dasar bahwa negara harus menahan diri dari menggunakan ancaman atau kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik Negara mana pun, atau dengan cara lain yang tidak sesuai dengan tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” imbuh kementerian tersebut.

11. Argentina

Presiden Argentina Javier Milei mengatakan dalam sebuah wawancara media setelah serangan AS terhadap Venezuela, "Ini adalah runtuhnya rezim seorang diktator yang memanipulasi pemilu, yang dalam pemilu terakhir kalah telak dan, meskipun demikian, dia tetap berkuasa.”

“Itulah mengapa saya mengatakan bahwa berita hari ini adalah berita bagus untuk dunia bebas," katanya.

“[Edmundo Gonzalez Urrutia] harus mengambil alih kekuasaan. Dia memenangkan pemilu, dia memiliki masa jabatan yang harus dipenuhi. Presiden terpilih adalah Gonzalez Urrutia,” kata Milei.

12. Panama

Presiden Panama Jose Raul Mulino mengatakan, “Penghormatan terhadap kehendak rakyat harus mengalahkan kebencian dan penganiayaan. Venezuela harus kembali bebas dan demokratis.”

“Pemerintah saya menegaskan kembali dukungannya terhadap proses demokrasi dan penghormatan terhadap keinginan sah rakyat Venezuela, yang diungkapkan secara tegas di kotak suara, di mana Edmundo González terpilih,” tulis Mulino di X.

“Panama akan selalu berdiri dalam solidaritas dengan perdamaian dan dengan proses transisi yang tertib dan sah.”

13. China

Kementerian Luar Negeri China mengatakan, "Beijing sangat terkejut dan mengutuk keras penggunaan kekerasan oleh AS terhadap negara berdaulat dan penggunaan kekerasan terhadap presiden suatu negara.”

“China dengan tegas menentang perilaku hegemonik AS tersebut, yang secara serius melanggar hukum internasional, melanggar kedaulatan Venezuela, dan mengancam perdamaian dan keamanan diAmerika Latin dan Karibia. Kami mendesak AS untuk mematuhi hukum internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB dan berhenti melanggar kedaulatan dan keamanan negara lain,” katanya.

14. Iran

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menulis, “Yang penting adalah ketika seseorang menyadari bahwa musuh ingin memaksakan sesuatu pada pemerintah atau negaranya dengan klaim palsu, mereka harus berdiri teguh melawan musuh itu.”

“Kami tidak akan menyerah kepada mereka. Dengan mengandalkan Tuhan dan percaya pada dukungan rakyat, kita akan membuat musuh bertekuk lutut,” imbuh dia.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa mereka mengutuk keras serangan militer Amerika terhadap Venezuela dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial negara tersebut.

15. Rusia

"Moskow sangat prihatin dan mengutuk tindakan agresi bersenjata terhadap Venezuela yang dilakukan oleh AS," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

“Dalam situasi saat ini, penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan untuk fokus pada pencarian jalan keluar dari situasi tersebut melalui dialog,” lanjut kementerian itu.

"Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan militer yang merusak dari luar."

“Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan rakyat Venezuela dan dukungan kami terhadap kebijakan kepemimpinannya dalam membela kepentingan nasional dan kedaulatan negara,” imbuhnya.

Kementerian tersebut juga menyatakan sangat prihatin atas penangkapan Maduro dan istrinya, menambahkan bahwa jika tindakan tersebut terjadi, merupakan pelanggaran kedaulatan negara merdeka yang tidak dapat diterima.

16. Amerika Serikat

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, Jaksa Agung AS Pam Bondi mengatakan Maduro dan istrinya telah didakwa di Distrik Selatan New York.

“Nicolas Maduro telah didakwa dengan Konspirasi Terorisme Narkoba, Konspirasi Impor Kokain, Kepemilikan Senapan Mesin dan Alat Perusak, dan Konspirasi untuk Memiliki Senapan Mesin dan Alat Perusak terhadap Amerika Serikat. Mereka akan segera menghadapi murka keadilan Amerika sepenuhnya di tanah Amerika di pengadilan Amerika,” katanya.

Sementara itu, Senator Republik Mike Lee mengatakan AS telah menyelesaikan aksi militernya di Venezuela setelah menangkap pemimpinnya, Maduro.

Dia memperkirakan tidak akan ada tindakan lebih lanjut di Venezuela sekarang setelah Maduro berada dalam tahanan AS, lanjut Lee di X setelah apa yang dikatakannya sebagai panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

17. Inggris Raya

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan negaranya tidak terlibat dalam serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela dan bahwa dia ingin berbicara dengan Trump dan mencari tahu fakta lengkap tentang apa yang telah terjadi.

“Saya ingin memastikan fakta-faktanya terlebih dahulu. Saya ingin berbicara dengan Presiden Trump. Saya ingin berbicara dengan sekutu. Saya dapat menegaskan dengan jelas bahwa kami tidak terlibat… dan saya selalu mengatakan dan percaya bahwa kita semua harus menjunjung tinggi hukum internasional,” katanya dalam sebuah pernyataan.

18. Uni Eropa

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Kaja Kallas mengatakan dia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan duta besar Uni Eropa di Caracas mengenai perkembangan terbaru di Venezuela.

“Uni Eropa memantau situasi di Venezuela dengan saksama,” kata Kallas dalam sebuah pernyataan di X.

“Uni Eropa telah berulang kali menyatakan bahwa Bapak Maduro tidak memiliki legitimasi dan telah membela transisi damai. Dalam keadaan apa pun, prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB harus dihormati. Kami menyerukan pengekangan. Keselamatan warga negara Uni Eropa di negara itu adalah prioritas utama kami.”

19. Spanyol

Madrid menyerukan de-eskalasi, moderasi, dan penghormatan terhadap hukum internasional di Venezuela, kata Kementerian Luar Negeri Spanyol dalam sebuah pernyataan. Mereka juga menawarkan diri sebagai negosiator untuk membantu menemukan solusi damai di Venezuela.

20. Jerman

Dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita AFP, Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa mereka memantau situasi di Venezuela dengan sangat saksama dan mengikuti laporan terbaru dengan sangat prihatin.

“Kementerian Luar Negeri menjalin kontak erat dengan kedutaan di Caracas,” kata Berlin, menambahkan bahwa tim krisis pemerintah sedang mengadakan pertemuan dan “berkoordinasi erat dengan mitra kami.”

21. Italia

Perdana Menteri Giorgia Meloni mengatakan bahwa dia memantau dengan cermat situasi di Venezuela, juga dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi tentang warga negara Italia di negara tersebut. Meloni menambahkan bahwa dia terus berhubungan dengan Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani. Sekitar 160.000 warga Italia saat ini tinggal di Venezuela, sebagian besar memiliki kewarganegaraan ganda.

22. Prancis

Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot mengatakan operasi AS di Venezuela merusak hukum internasional.

“Operasi militer yang menyebabkan penangkapan Nicolas Maduro melanggar prinsip tidak menggunakan kekerasan, yang mendasari hukum internasional. Prancis menegaskan kembali bahwa tidak ada solusi politik yang langgeng yang dapat dipaksakan dari luar dan bahwa hanya rakyat yang berdaulat sendiri yang dapat menentukan masa depan mereka,” tulisnya di X.

23. Indonesia

Indonesia memantau perkembangan di Venezuela untuk memastikan keselamatan warganya, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang.

“Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak terkait untuk memprioritaskan penyelesaian damai melalui de-eskalasi dan dialog, sambil memprioritaskan perlindungan warga sipil.

“Indonesia menekankan pentingnya menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved