Eskalasi Perang Memanas, Arab Saudi Ajak Faksi-faksi Bertikai di Yaman untuk Berunding
Sabtu, 03 Januari 2026 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
UEA membantah tuduhan tersebut, dan menegaskan bahwa mereka mendukung keamanan Arab Saudi.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, UEA menyatakan "keprihatinan mendalam" atas eskalasi yang sedang berlangsung dan menyerukan kepada rakyat Yaman "untuk memprioritaskan kebijaksanaan dan menahan diri untuk memastikan keamanan dan stabilitas di negara tersebut".
Koalisi yang didukung Saudi dibentuk pada tahun 2015 dalam upaya untuk menggusur Pemberontak Houthi yang didukung Iran dari Yaman utara.
Namun setelah perang saudara yang brutal selama satu dekade, Houthi tetap berkuasa sementara faksi yang didukung Saudi dan Uni Emirat Arab saling menyerang di selatan.
Pada hari Jumat, serangan udara oleh koalisi pimpinan Saudi menewaskan 20 orang, menurut STC.
Pada Jumat malam, UEA mengumumkan kembalinya seluruh personel angkatan bersenjata UEA dari Yaman, menandakan kemungkinan detente dengan Arab Saudi.
Kementerian pertahanan UEA mengatakan bahwa penarikan pasukannya dari Yaman sesuai dengan keputusannya "untuk menyelesaikan misi yang tersisa dari unit kontra-terorisme".
"Proses ini telah dilakukan dengan cara yang memastikan keselamatan semua personel dan dilakukan dalam koordinasi dengan semua mitra terkait," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs web Kantor Berita Emirates.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, UEA menyatakan "keprihatinan mendalam" atas eskalasi yang sedang berlangsung dan menyerukan kepada rakyat Yaman "untuk memprioritaskan kebijaksanaan dan menahan diri untuk memastikan keamanan dan stabilitas di negara tersebut".
Koalisi yang didukung Saudi dibentuk pada tahun 2015 dalam upaya untuk menggusur Pemberontak Houthi yang didukung Iran dari Yaman utara.
Namun setelah perang saudara yang brutal selama satu dekade, Houthi tetap berkuasa sementara faksi yang didukung Saudi dan Uni Emirat Arab saling menyerang di selatan.
Pada hari Jumat, serangan udara oleh koalisi pimpinan Saudi menewaskan 20 orang, menurut STC.
Pada Jumat malam, UEA mengumumkan kembalinya seluruh personel angkatan bersenjata UEA dari Yaman, menandakan kemungkinan detente dengan Arab Saudi.
Kementerian pertahanan UEA mengatakan bahwa penarikan pasukannya dari Yaman sesuai dengan keputusannya "untuk menyelesaikan misi yang tersisa dari unit kontra-terorisme".
"Proses ini telah dilakukan dengan cara yang memastikan keselamatan semua personel dan dilakukan dalam koordinasi dengan semua mitra terkait," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs web Kantor Berita Emirates.
Lihat Juga :