Mesir Luncurkan Proyek Besar Dekat Perbatasan Israel, Sinai Utara dan Rafah
Jum'at, 02 Januari 2026 - 15:17 WIB
loading...
Mesir mengembangkan Pelabuhan Al-Arish yang akan terhubung dengan berbagai wilayah. Foto/arabcont.com
A
A
A
KAIRO - Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi telah memutuskan mengalokasikan beberapa bidang tanah di Provinsi Sinai Utara, termasuk daerah dekat Rafah, sebagai bagian dari rencana nasionalnya untuk mengembangkan Semenanjung Sinai.
Lembaran Resmi menerbitkan Keputusan Presiden No. 736 tahun 2025, yang mengalokasikan tanah milik negara di Sinai Utara kepada Otoritas Umum untuk Pelabuhan Darat dan Kering. Tanah tersebut akan digunakan untuk membangun zona logistik.
Keputusan tersebut mencakup tiga bidang tanah di dekat Rafah, El Hassana, dan di daerah Baghdad di Sinai Utara, dengan total luas sekitar 6.227.658 meter persegi.
Pasal 2 dari keputusan tersebut menyatakan Angkatan Bersenjata akan tetap memiliki kepemilikan atas tanah militer apa pun yang terletak di dalam batas-batas bidang tanah yang dialokasikan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional Mesir untuk mengembangkan Semenanjung Sinai, yang telah menyaksikan proyek-proyek infrastruktur berskala besar dalam beberapa tahun terakhir.
Ini termasuk jalan raya, pelabuhan, jalur kereta api, dan zona industri dan logistik, yang bertujuan mengubah Sinai menjadi pusat perdagangan dan logistik regional yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah dan memperkuat koneksi dengan pasar regional dan internasional.
Proyek ini terkait dengan koridor logistik yang lebih luas yang mencakup pengembangan Pelabuhan Al-Arish, jalur kereta api dari Bir Al-Abed ke Al-Arish, Rafah, dan Taba, serta proyek konektivitas dengan pelabuhan Laut Merah seperti Taba dan Nuweiba.
Tujuannya adalah membangun koridor perdagangan yang melintasi Sinai, menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah.
Baca juga: Usai Pesta Pelantikan, Zohran Mamdani Mulai Kebijakan Perumahan: Kita Tak Akan Menunggu
Lembaran Resmi menerbitkan Keputusan Presiden No. 736 tahun 2025, yang mengalokasikan tanah milik negara di Sinai Utara kepada Otoritas Umum untuk Pelabuhan Darat dan Kering. Tanah tersebut akan digunakan untuk membangun zona logistik.
Keputusan tersebut mencakup tiga bidang tanah di dekat Rafah, El Hassana, dan di daerah Baghdad di Sinai Utara, dengan total luas sekitar 6.227.658 meter persegi.
Pasal 2 dari keputusan tersebut menyatakan Angkatan Bersenjata akan tetap memiliki kepemilikan atas tanah militer apa pun yang terletak di dalam batas-batas bidang tanah yang dialokasikan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional Mesir untuk mengembangkan Semenanjung Sinai, yang telah menyaksikan proyek-proyek infrastruktur berskala besar dalam beberapa tahun terakhir.
Ini termasuk jalan raya, pelabuhan, jalur kereta api, dan zona industri dan logistik, yang bertujuan mengubah Sinai menjadi pusat perdagangan dan logistik regional yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah dan memperkuat koneksi dengan pasar regional dan internasional.
Proyek ini terkait dengan koridor logistik yang lebih luas yang mencakup pengembangan Pelabuhan Al-Arish, jalur kereta api dari Bir Al-Abed ke Al-Arish, Rafah, dan Taba, serta proyek konektivitas dengan pelabuhan Laut Merah seperti Taba dan Nuweiba.
Tujuannya adalah membangun koridor perdagangan yang melintasi Sinai, menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah.
Baca juga: Usai Pesta Pelantikan, Zohran Mamdani Mulai Kebijakan Perumahan: Kita Tak Akan Menunggu
(sya)
Lihat Juga :