Ramalan Nostradamus untuk 2026: Darah Mengalir di Swiss, Lebah Alkitab, hingga 7 Bulan Perang Besar

Jum'at, 02 Januari 2026 - 07:42 WIB
loading...
A A A
Beberapa interpretasi menunjukkan bahwa alih-alih serangga yang menyergap kota-kota, lebah tersebut terkait dengan politik dan khususnya, para pemimpin dunia.

Sebuah laporan di New York Post menyebutkan, karena warna hitam digunakan untuk merujuk pada serangga yang berkerumun dan kaum fasis, rezim totaliter dapat menang pada tahun 2026.

4. Perang Besar Tujuh Bulan

Satu bait khusus, "Perang besar tujuh bulan, orang-orang mati karena kejahatan/Rouen, Evreux Sang Raja tidak akan gagal", secara luas dipandang sebagai referensi untuk konflik global selama tujuh bulan.

Beberapa orang percaya bahwa bait ini mengisyaratkan konfrontasi antara dua pemimpin dunia yang yakin akan kemenangan mereka dan menolak untuk mundur.

5. Konfrontasi Angkatan Laut

“Perang laut dan kapal-kapal di sekitar tujuh kapal, perang maut akan dilepaskan,” demikian bunyi bait VII: 26 dari tulisan Nostradamus, yang mengarah pada teori bahwa konfrontasi Angkatan Laut sedang berlangsung.

Perang laut tersebut mungkin melibatkan China yang telah lama terlibat dalam perebutan wilayah di Laut China Selatan. China, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei, Indonesia, dan Filipina bisa jadi adalah "tujuh kapal" yang disebutkan dalam ramalan tersebut.

Menurut laporan New York Post, pandangan dunia Nostradamus yang suram berakar dari banyaknya bacaan Perjanjian Lama dan trauma kehilangan istri dan anak-anaknya yang masih kecil karena penyakit, kemungkinan besar wabah. Karena tidak mampu menyelamatkan orang yang dicintainya, Nostradamus mencari penghiburan dalam meramalkan malapetaka dan kesuraman yang mungkin menimpa umat manusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved