Presiden Somaliland akan Kunjungi Israel dan Gabung Kesepakatan Abraham
Kamis, 01 Januari 2026 - 18:15 WIB
loading...
Presiden Somaliland Abdirahman Cirro. Foto/the somali digest
A
A
A
TEL AVIV - Lembaga penyiaran publik Israel melaporkan Presiden Somaliland Abdirahman Cirro akan segera mengunjungi Israel, meskipun belum ada tanggal yang ditentukan. Dia akan bergabung dengan Kesepakatan Abraham.
Kesepakatan Abraham adalah serangkaian kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat (AS) untuk membangun hubungan formal dengan Israel yang terkucil di Timur Tengah.
Israel mengakui Somaliland pekan lalu, menjadi negara anggota PBB pertama yang melakukannya dan mengakhiri lebih dari 30 tahun isolasi diplomatik bagi republik yang memproklamirkan diri di Somalia utara.
Langkah ini telah memicu reaksi internasional, dengan Somalia memobilisasi dukungan diplomatik sebagai tanggapan.
Selama panggilan video yang mengumumkan keputusan pekan lalu, presiden Somaliland menerima undangan dari perdana menteri Israel untuk mengunjungi Yerusalem.
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Selasa bahwa pengakuan Israel terhadap Somaliland adalah ilegal.
Erdogan menambahkan Turki berencana memulai eksplorasi energi dan membangun pelabuhan di Somalia.
Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud, Erdogan mengatakan langkah-langkah Israel merupakan upaya “menyeret kawasan Tanduk Afrika ke dalam ketidakstabilan”.
Ia menekankan, “Persatuan dan kedaulatan Somalia adalah prioritas bagi kami.”
Erdogan menegaskan Ankara menolak setiap pelanggaran kedaulatan Somalia atau setiap perubahan status hukumnya.
Dalam konteks yang sama, dia mengumumkan Turki berencana memulai operasi eksplorasi energi di Somalia pada tahun 2026, sebagai bagian dari perluasan kerja sama ekonomi dan strategis antara kedua negara.
Erdogan juga mengatakan, “Ankara bermaksud untuk membangun pelabuhan antariksa di Somalia sebagai bagian dari perjanjian bilateral.”
Sementara itu, presiden Somalia mengatakan, “Eksplorasi minyak dan gas Turki akan berkontribusi pada kebangkitan negara kami dan akan meningkatkan kehidupan rakyat kami.”
Erdogan menambahkan, “Peningkatan yang jelas telah dicapai di Somalia dalam hal keamanan, meskipun ada upaya sabotase oleh pihak-pihak yang tidak ingin Somalia berdiri sendiri lagi,” merujuk pada kekuatan yang menurutnya berupaya menggoyahkan negara tersebut.
Baca juga: Zohran Mamdani Resmi Dilantik sebagai Wali Kota New York City
Kesepakatan Abraham adalah serangkaian kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat (AS) untuk membangun hubungan formal dengan Israel yang terkucil di Timur Tengah.
Israel mengakui Somaliland pekan lalu, menjadi negara anggota PBB pertama yang melakukannya dan mengakhiri lebih dari 30 tahun isolasi diplomatik bagi republik yang memproklamirkan diri di Somalia utara.
Langkah ini telah memicu reaksi internasional, dengan Somalia memobilisasi dukungan diplomatik sebagai tanggapan.
Selama panggilan video yang mengumumkan keputusan pekan lalu, presiden Somaliland menerima undangan dari perdana menteri Israel untuk mengunjungi Yerusalem.
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Selasa bahwa pengakuan Israel terhadap Somaliland adalah ilegal.
Erdogan menambahkan Turki berencana memulai eksplorasi energi dan membangun pelabuhan di Somalia.
Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud, Erdogan mengatakan langkah-langkah Israel merupakan upaya “menyeret kawasan Tanduk Afrika ke dalam ketidakstabilan”.
Ia menekankan, “Persatuan dan kedaulatan Somalia adalah prioritas bagi kami.”
Erdogan menegaskan Ankara menolak setiap pelanggaran kedaulatan Somalia atau setiap perubahan status hukumnya.
Dalam konteks yang sama, dia mengumumkan Turki berencana memulai operasi eksplorasi energi di Somalia pada tahun 2026, sebagai bagian dari perluasan kerja sama ekonomi dan strategis antara kedua negara.
Erdogan juga mengatakan, “Ankara bermaksud untuk membangun pelabuhan antariksa di Somalia sebagai bagian dari perjanjian bilateral.”
Sementara itu, presiden Somalia mengatakan, “Eksplorasi minyak dan gas Turki akan berkontribusi pada kebangkitan negara kami dan akan meningkatkan kehidupan rakyat kami.”
Erdogan menambahkan, “Peningkatan yang jelas telah dicapai di Somalia dalam hal keamanan, meskipun ada upaya sabotase oleh pihak-pihak yang tidak ingin Somalia berdiri sendiri lagi,” merujuk pada kekuatan yang menurutnya berupaya menggoyahkan negara tersebut.
Baca juga: Zohran Mamdani Resmi Dilantik sebagai Wali Kota New York City
(sya)
Lihat Juga :