Skandal Penipuan Terkuak, AS Bekukan Pendanaan Penitipan Anak untuk Semua Negara Bagian
Kamis, 01 Januari 2026 - 17:04 WIB
loading...
Pusat penitipan anak di Minneapolis, AS. Foto/kare11.com
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (AS) menghentikan pendanaan penitipan anak federal untuk semua negara bagian, sambil menunggu dokumen yang diperlukan. Langkah ini menyusul skandal dugaan penipuan yang meluas di pusat penitipan anak di Minnesota.
Tindakan ini diungkap seorang pejabat lembaga tersebut kepada ABC News.
“Dana federal akan dikeluarkan hanya ketika negara bagian membuktikan bahwa dana tersebut digunakan secara sah,” ungkap pejabat yang tidak disebutkan namanya pada hari Rabu, tanpa memberikan rincian tentang dokumentasi yang dibutuhkan.
Juru bicara HHS Andrew Nixon mengklarifikasi, “Bahkan mereka yang tidak dicurigai melakukan aktivitas penipuan telah diminta untuk menyerahkan data administratif mereka untuk ditinjau.”
Sementara itu, mereka yang “dicurigai” melakukan penipuan harus memberikan catatan tambahan, termasuk “catatan kehadiran, perizinan, laporan inspeksi dan pemantauan, pengaduan dan investigasi.”
“Tanggung jawab ada pada negara bagian untuk memastikan bahwa dana ini, uang federal ini, uang pembayar pajak, digunakan untuk tujuan yang sah,” ujar Nixon kepada ABC News.
Sebelumnya, HHS membekukan semua pembayaran penitipan anak ke Minnesota setelah laporan menuduh negara bagian tersebut telah menyalurkan jutaan dolar pajak ke tempat penitipan anak fiktif selama dekade terakhir.
HHS juga menuntut audit komprehensif dari Gubernur Minnesota, Tim Walz.
Politisi Partai Demokrat tersebut membela pemerintahannya, sambil memuji keberagaman penduduk negara bagian dan komunitas Somalia yang besar, serta menuduh Presiden AS Donald Trump bersekongkol melawannya.
“Ini adalah permainan jangka panjang Trump. Kami telah bertahun-tahun menindak para penipu. Ini masalah serius - tetapi ini telah menjadi rencananya sejak awal. Dia mempolitisasi masalah ini untuk mengurangi pendanaan program yang membantu warga Minnesota,” ungkap Walz.
Skandal ini dipicu investigasi influencer konservatif Nick Shirley. Ia menuduh adanya skema penipuan skala besar yang melibatkan pusat penitipan anak yang dikelola warga Somalia dalam video YouTube yang panjang, memperkirakan klaim penipuan lebih dari USD110 juta.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengumumkan “investigasi besar-besaran terhadap penitipan anak dan penipuan yang merajalela lainnya.”
Direktur FBI Kash Patel mengatakan sumber daya telah "ditingkatkan" ke Minnesota, dan memperingatkan kasus-kasus ini hanyalah "puncak dari gunung es yang sangat besar" dan para pelaku dapat menghadapi "pencabutan kewarganegaraan dan deportasi."
Baca juga: Zohran Mamdani Resmi Dilantik sebagai Wali Kota New York City
Tindakan ini diungkap seorang pejabat lembaga tersebut kepada ABC News.
“Dana federal akan dikeluarkan hanya ketika negara bagian membuktikan bahwa dana tersebut digunakan secara sah,” ungkap pejabat yang tidak disebutkan namanya pada hari Rabu, tanpa memberikan rincian tentang dokumentasi yang dibutuhkan.
Juru bicara HHS Andrew Nixon mengklarifikasi, “Bahkan mereka yang tidak dicurigai melakukan aktivitas penipuan telah diminta untuk menyerahkan data administratif mereka untuk ditinjau.”
Sementara itu, mereka yang “dicurigai” melakukan penipuan harus memberikan catatan tambahan, termasuk “catatan kehadiran, perizinan, laporan inspeksi dan pemantauan, pengaduan dan investigasi.”
“Tanggung jawab ada pada negara bagian untuk memastikan bahwa dana ini, uang federal ini, uang pembayar pajak, digunakan untuk tujuan yang sah,” ujar Nixon kepada ABC News.
Sebelumnya, HHS membekukan semua pembayaran penitipan anak ke Minnesota setelah laporan menuduh negara bagian tersebut telah menyalurkan jutaan dolar pajak ke tempat penitipan anak fiktif selama dekade terakhir.
HHS juga menuntut audit komprehensif dari Gubernur Minnesota, Tim Walz.
Politisi Partai Demokrat tersebut membela pemerintahannya, sambil memuji keberagaman penduduk negara bagian dan komunitas Somalia yang besar, serta menuduh Presiden AS Donald Trump bersekongkol melawannya.
“Ini adalah permainan jangka panjang Trump. Kami telah bertahun-tahun menindak para penipu. Ini masalah serius - tetapi ini telah menjadi rencananya sejak awal. Dia mempolitisasi masalah ini untuk mengurangi pendanaan program yang membantu warga Minnesota,” ungkap Walz.
Skandal ini dipicu investigasi influencer konservatif Nick Shirley. Ia menuduh adanya skema penipuan skala besar yang melibatkan pusat penitipan anak yang dikelola warga Somalia dalam video YouTube yang panjang, memperkirakan klaim penipuan lebih dari USD110 juta.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengumumkan “investigasi besar-besaran terhadap penitipan anak dan penipuan yang merajalela lainnya.”
Direktur FBI Kash Patel mengatakan sumber daya telah "ditingkatkan" ke Minnesota, dan memperingatkan kasus-kasus ini hanyalah "puncak dari gunung es yang sangat besar" dan para pelaku dapat menghadapi "pencabutan kewarganegaraan dan deportasi."
Baca juga: Zohran Mamdani Resmi Dilantik sebagai Wali Kota New York City
(sya)
Lihat Juga :