Militer AS Ngamuk Lagi, Serang Kapal-kapal Diduga Angkut Narkoba, 8 Orang Tewas

Kamis, 01 Januari 2026 - 11:08 WIB
loading...
Militer AS Ngamuk Lagi,...
Militer AS serang kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba pada Selasa dan Rabu. Sebanyak 8 orang tewas. Foto/X/US Southern Command’s
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada hari Rabu bahwa delapan orang tewas dalam beberapa serangan terbaru terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba. Pengumuman itu tidak menyebutkan lokasi serangan, hanya mengatakan operasi berlangsung di perairan internasional.

Kematian delapan orang akibat "amukan" militer Washington ini menambah total apa yang diklaim sebagai penyelundup narkoba menjadi setidaknya 115 orang.

Komando Selatan AS, yang bertanggung jawab atas pasukan Amerika yang beroperasi di Amerika Tengah dan Selatan, mengumumkan dua rangkaian serangan dilakukan pada Selasa dan Rabu.

Baca Juga: Serangan Darat Pertama di Venezuela, Trump Klaim AS Hancurkan Fasilitas Besar

"Pada hari Selasa, tiga kapal penyelundup narkoba yang berlayar sebagai konvoi menjadi sasaran di perairan internasional," kata komando tersebut dalam pernyataan di X, seperti dikutip AFP, Kamis (1/1/2025).

"Tiga teroris narkoba di kapal pertama tewas dalam pertempuran pertama. Teroris narkoba yang tersisa meninggalkan dua kapal lainnya, melompat ke laut dan menjauhkan diri sebelum pertempuran lanjutan menenggelamkan kapal mereka masing-masing," lanjut pernyataan tersebut.

Unggahan pernyataan itu disertai video yang menunjukkan kapal-kapal target berlayar bersama di laut dan kemudian dihantam oleh serangkaian ledakan.

Lokasi pasti serangan tersebut tidak segera dijelaskan. Namun, serangan sebelumnya terjadi di Laut Karibia atau Samudra Pasifik timur.

Militer AS mengatakan telah memberi tahu Penjaga Pantai untuk mengaktifkan sistem pencarian dan penyelamatan, tanpa memberikan detail lebih lanjut tentang nasib mereka yang berada di kapal lain.

Beberapa jam kemudian, mereka mengeluarkan pernyataan kedua tentang serangan terhadap dua kapal lagi yang dilakukan pada hari Rabu, menewaskan lima orang. Sekali lagi, tidak jelas di mana serangan itu terjadi.

Sejak September, militer AS telah melakukan lebih dari 30 serangan serupa terhadap apa yang mereka sebut sebagai kapal penyelundup narkoba, tanpa memberikan bukti konkret bahwa kapal yang menjadi sasaran terlibat dalam perdagangan narkoba.

Para pakar hukum internasional dan kelompok hak asasi manusia mengatakan serangan tersebut kemungkinan besar merupakan pembunuhan di luar hukum karena tampaknya menargetkan warga sipil yang tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat.

Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden AS Donald Trump telah melancarkan kampanye tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, menuduhnya menjalankan kartel narkoba.

Maduro membantah tuduhan tersebut dan menuduh balik Washington berupaya menggulingkan rezimnya untuk mendapatkan akses ke cadangan minyak besar negara Amerika Latin itu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Uruguay Tersingkir,...
Uruguay Tersingkir, Spanyol Juara Grup C dan Tembus Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Davina Karamoy Curi...
Davina Karamoy Curi Perhatian saat Nonton Ardhito Pramono Manggung di Musiczone Okezone
Berita Terkini
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Infografis
Mobil Tabrak Kerumunan...
Mobil Tabrak Kerumunan Orang di AS, 10 Warga Tewas dan 30 Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved