Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dari Saudara Menjadi Rival...

Kamis, 01 Januari 2026 - 10:08 WIB
loading...
Arab Saudi dan Uni Emirat...
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dulu kompak satu barisan seperti bersaudara. Sekarang menjadi rival di berbagai kepentingan, termasuk di Yaman. Foto/The Telegraph
A A A
RIYADH - Serangan udara Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi terhadap apa yang mereka sebut sebagai pengiriman senjata dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk kelompok separtais di Yaman pada hari Selasa menandai eskalasi paling signifikan antara Riyadh dan Abu Dhabi hingga saat ini.

Dahulu sebagai dua pilar keamanan regional, kedua raksasa Teluk ini kini memiliki perbedaan kepentingan dalam segala hal, mulai dari kuota minyak hingga pengaruh geopolitik.

Baca Juga: Arab Saudi Ungkap Detail Pengeboman di Yaman, Memaksa Pasukan UEA Mundur

Timeline Arab Saudi-UEA, dari Saudara Menjadi Rival

Tahun 2011

Saat gerakan Arab Spring menyebar, keduanya membentuk front persatuan melawan gerakan Islamis. Mereka mengerahkan pasukan gabungan ke Bahrain untuk memadamkan pemberontakan dan mengoordinasikan dukungan untuk kudeta militer terhadap pemerintah Ikhwanul Muslimin di Mesir pada tahun 2013.

Maret 2015

Mereka melancarkan intervensi militer di Yaman untuk memulihkan pemerintah yang digulingkan oleh Houthi yang bersekutu dengan Iran. Pasukan UEA memimpin operasi darat, sementara kekuatan udara Arab Saudi mengendalikan langit.

Juni 2017

Arab Saudi dan UEA memimpin boikot terhadap Qatar, menuduh Doha mendukung terorisme, meski tuduhan itu dibantah. Langkah ini memperkuat aliansi antara Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dan pemimpin UEA Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ), yang kemudian digambarkan media-media regional sebagai "bersaudara".

Tahun 2019

UEA mengurangi pasukan di Yaman, mengubah strategi tetapi mempertahankan pengaruh melalui Dewan Transisi Selatan (STC) yang separatis, sehingga Riyadh harus memikul tanggung jawab perang melawan Houthi.

September 2020

UEA menormalisasi hubungan dengan Israel di bawah Kesepakatan Abraham yang dimediasi Amerika Serikat. Arab Saudi, penjaga dua situs paling suci dalam Islam, menolak untuk mengikuti langkah tersebut, bersikeras pada pembentukan Negara Palestina terlebih dahulu, memberikan Abu Dhabi saluran diplomatik unik ke Washington.

Januari 2021

Arab Saudi memimpin KTT Al-Ula untuk mengakhiri perselisihan Qatar. UEA menandatangani dengan enggan, mempertahankan sikap yang lebih dingin terhadap Doha.

Februari 2021

Riyadh menantang dominasi komersial Dubai, meminta perusahaan asing untuk memindahkan kantor pusat regional ke kerajaan tersebut pada tahun 2024 atau kehilangan kontrak negara.

Juli 2021

Persaingan ekonomi meningkat tajam. Riyadh menghapus konsesi tarif untuk barang-barang dari zona bebas, melemahkan model perdagangan UEA. Bersamaan dengan itu, perselisihan langka meletus di OPEC ketika UEA memblokir kesepakatan yang dipimpin Arab Saudi, menuntut peningkatan produksi minyak mentah.

April 2023

Dalam perang Sudan, Riyadh menjadi tuan rumah pembicaraan gencatan senjata yang mendukung tentara, sementara para ahli PBB menuduh UEA mempersenjatai Pasukan Pendukung Cepat (Rapid Support Forces/RSF) yang merupakan rival pasukan Sudan. Namun Abu Dhabi membantah tuduhan tersebut.

8 Desember 2025

Ketegangan memuncak di Yaman ketika STC yang didukung UEA merebut ladang minyak di Hadhramout, melanggar "garis merah" Arab Saudi.

30 Desember 2025

Jet-jet tempur Arab Saudi menyerang sebuah kapal di pelabuhan Mukalla. Koalisi pimpinan Saudi mengatakan kapal itu mengirimkan senjata berat asal UEA kepada separatis, menandai keterlibatan langsung pertama antara kepentingan para mitra.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
5 Fakta UEA Bergabung...
5 Fakta UEA Bergabung dengan Agresi AS-Israel terhadap Iran sejak Awal
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Iran Bisa Kembali Serang...
Iran Bisa Kembali Serang UEA untuk Balas Serangan Israel terhadap Lebanon
Sekutu Trump: Pangeran...
Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Tekor! Bandara Israel...
Tekor! Bandara Israel Dikuasai Pesawat Militer AS akibat Perang, Kehilangan 18 Juta Penumpang
Rekomendasi
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved