Dikritik Arab Saudi, UEA Tarik Pasukannya dari Yaman
Rabu, 31 Desember 2025 - 06:33 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian Luar Negeri Abu Dhabi mengatakan serangan itu dilakukan tanpa berkonsultasi dengan negara-negara anggota koalisi pimpinan Saudi lainnya yang ikut campur dalam perang Yaman melawan Houthi pada tahun 2015.
Dikatakan bahwa pengiriman yang menjadi sasaran tersebut dikoordinasikan dengan Arab Saudi, dan pengiriman itu tidak berisi senjata, melainkan kendaraan yang ditujukan untuk digunakan pasukan UEA di negara tersebut.
UEA mengklaim pernyataan Arab Saudi mengandung "ketidakakuratan mendasar".
"UEA secara tegas menolak setiap upaya melibatkannya dalam ketegangan antara pihak-pihak Yaman dan mengutuk tuduhan menekan atau mengarahkan pihak Yaman mana pun untuk melakukan operasi militer," kata kementerian luar negeri UEA, sebelum kemudian mengumumkan penarikan pasukannya dari Yaman.
Setelah perang Yaman dan pengambilalihan ibu kota, Sanaa, dan daerah-daerah lain di utara oleh Houthi pada tahun 2014, STC yang berbasis di Aden telah muncul sebagai pemain kunci di antara elemen-elemen anti-Houthi.
Yaman bagian selatan selama bertahun-tahun diawasi Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC), badan eksekutif pemerintah yang mencakup STC dan awalnya mendapat dukungan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Namun, badan tersebut telah lama dilanda perselisihan internal dan perebutan kekuasaan.
Pada Selasa pagi, Rashad al-Alimi, kepala PLC, menyerukan penarikan segera pasukan Uni Emirat Arab dari Yaman, dan membatalkan rencana gabungan perjanjian pertahanan dengan UEA.
Alsahimi, pejabat STC, mengatakan PLC "tidak memiliki mandat" untuk membuat pengumuman tersebut, dan ketuanya membuat "keputusan sepihak... tanpa konsensus dari anggota PLC lainnya".
Baca juga: Diancam Trump, Presiden Iran Sumpah akan Beri Respons Keras Setiap Agresi
Dikatakan bahwa pengiriman yang menjadi sasaran tersebut dikoordinasikan dengan Arab Saudi, dan pengiriman itu tidak berisi senjata, melainkan kendaraan yang ditujukan untuk digunakan pasukan UEA di negara tersebut.
UEA mengklaim pernyataan Arab Saudi mengandung "ketidakakuratan mendasar".
"UEA secara tegas menolak setiap upaya melibatkannya dalam ketegangan antara pihak-pihak Yaman dan mengutuk tuduhan menekan atau mengarahkan pihak Yaman mana pun untuk melakukan operasi militer," kata kementerian luar negeri UEA, sebelum kemudian mengumumkan penarikan pasukannya dari Yaman.
Setelah perang Yaman dan pengambilalihan ibu kota, Sanaa, dan daerah-daerah lain di utara oleh Houthi pada tahun 2014, STC yang berbasis di Aden telah muncul sebagai pemain kunci di antara elemen-elemen anti-Houthi.
Yaman bagian selatan selama bertahun-tahun diawasi Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC), badan eksekutif pemerintah yang mencakup STC dan awalnya mendapat dukungan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Namun, badan tersebut telah lama dilanda perselisihan internal dan perebutan kekuasaan.
Pada Selasa pagi, Rashad al-Alimi, kepala PLC, menyerukan penarikan segera pasukan Uni Emirat Arab dari Yaman, dan membatalkan rencana gabungan perjanjian pertahanan dengan UEA.
Alsahimi, pejabat STC, mengatakan PLC "tidak memiliki mandat" untuk membuat pengumuman tersebut, dan ketuanya membuat "keputusan sepihak... tanpa konsensus dari anggota PLC lainnya".
Baca juga: Diancam Trump, Presiden Iran Sumpah akan Beri Respons Keras Setiap Agresi
(sya)
Lihat Juga :